Jika Nintendo benar-benar menghentikan penjualan Switch generasi pertama di Eropa, celah harga di pasar itu akan langsung terasa. Di saat yang sama, harga Switch 2 dinilai belum cukup ramah untuk menjadi satu-satunya pintu masuk baru ke ekosistem Nintendo.
Tekanan ini membuat kehadiran Switch 2 Lite semakin masuk akal sebagai opsi yang ditunggu banyak pembeli. Model yang lebih murah bisa menjadi penyeimbang jika perangkat lama tak lagi tersedia, terutama bagi pengguna yang hanya mencari konsol Nintendo terbaru tanpa harus membayar harga penuh model utama.
Aturan Uni Eropa mulai mengubah arah strategi Nintendo
Nintendo disebut sedang menyesuaikan Switch 2 agar sesuai dengan aturan right-to-repair Uni Eropa. Salah satu tuntutan utamanya adalah konsumen harus lebih mudah mengganti baterai konsol, dengan tenggat yang disebut jatuh pada 18 Februari 2027.
Penyesuaian ini membuat arah desain hardware Nintendo di pasar Eropa ikut bergerak. Namun, langkah tersebut belum memberi jawaban jelas mengenai nasib Switch original, meski perangkat itu masih dijual di sejumlah pasar.
Switch lama masih penting, tetapi masa depannya kabur
Switch yang dirilis pada 2017 masih punya daya tarik karena harganya lebih terjangkau. Di masa transisi menuju Switch 2, konsol ini juga tetap relevan karena banyak game terbaru masih kompatibel dengan kedua generasi.
Masalahnya, keberadaan model lama di Uni Eropa kini menjadi makin tidak pasti. Aturan baterai yang dapat diganti memang tidak berlaku untuk unit yang sudah beredar, tetapi Nintendo masih punya waktu sampai Februari 2027 untuk menyiapkan stok hardware lama yang cukup.
TheGamer juga melaporkan komentar CEO Shuntaro Furukawa yang memberi sinyal bahwa Switch akan terus mendapat dukungan selama beberapa tahun ke depan. Meski begitu, dukungan jangka menengah itu belum menjawab apakah konsol tersebut akan tetap dijual di semua pasar, termasuk Uni Eropa.
Harga Switch 2 ikut menambah tekanan
Jika Switch lama benar-benar ditarik dari rak toko, pembeli Eropa praktis akan dipaksa naik ke perangkat yang lebih mahal. Situasi ini makin berat karena harga Switch 2 disebut akan naik dari €469.99 menjadi €499.99 pada September 2026.
Di titik ini, versi lebih murah menjadi kebutuhan yang sulit diabaikan. Switch 2 Lite dipandang bisa mengisi ruang yang ditinggalkan model lama, sekaligus menjaga agar calon pembeli tetap punya pilihan di level harga yang lebih rendah.
Bentuk sederhana jadi jalan untuk menekan biaya
Switch 2 Lite diperkirakan hadir dengan desain yang lebih ringkas. Opsi yang disebut mungkin mencakup layar lebih kecil, tanpa Joy-Con yang bisa dilepas, atau bahkan tanpa dock.
Pendekatan seperti itu akan membantu menekan biaya produksi. Konsekuensinya, beberapa fitur utama harus dikurangi agar harga jualnya tetap lebih kompetitif di pasar.
Patents Watch menilai tantangan biaya masih besar karena harga Switch 2 yang lebih tinggi belum tentu cukup untuk menutup ongkos produksi. Nintendo juga baru mendaftarkan empat desain rahasia di situs EUIPO, yang bisa saja terkait revisi baterai yang lebih mudah diganti, tetapi juga bisa mengarah pada model konsol atau controller baru.
Tekanan bisnis membuat ruang untuk model murah semakin sempit
Di luar urusan regulasi, Nintendo juga menghadapi kenaikan tajam dalam biaya riset dan pengembangan berdasarkan laporan fiskal terakhir. Kondisi itu memperkuat alasan perusahaan untuk berhitung lebih ketat saat menyiapkan lini produk berikutnya.
Di pasar Eropa, perangkat yang lebih murah biasanya membutuhkan kompromi pada komponen dan fitur. Karena itu, Switch 2 Lite bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi juga respons terhadap gabungan tekanan regulasi, harga hardware yang naik, dan kebutuhan menjaga akses pasar tetap terbuka luas.
Source: www.notebookcheck.net