Uni Eropa Dorong Baterai HP Mudah Diganti, Desain Ponsel Bisa Berubah pada 2027

Uni Eropa mendorong perubahan yang dapat memengaruhi desain smartphone modern mulai 2027. Aturan baru ini menuntut perangkat portabel dirancang agar pemilik dapat melepas dan mengganti baterai tanpa bantuan khusus.

Kebijakan tersebut berpotensi menggeser standar baterai tertanam yang selama ini digunakan hampir semua ponsel. Produsen harus mencari keseimbangan baru antara kemudahan perbaikan, ketahanan perangkat, dan tampilan bodi yang tipis.

Ketentuan yang akan memengaruhi produsen

Penggantian baterai harus dapat dilakukan dengan alat yang tersedia secara komersial. Produsen juga diwajibkan menyediakan baterai pengganti setidaknya selama lima tahun setelah produksi suatu model dihentikan.

KetentuanIsi
PenerapanDisebut mulai berlaku pada 2027 di Eropa.
Akses bateraiPemilik dapat melepas dan mengganti baterai tanpa bantuan khusus.
AlatMenggunakan alat yang tersedia secara komersial.
Suku cadangBaterai pengganti tersedia setidaknya lima tahun setelah produksi model dihentikan.

Aturan itu tidak semata menyasar telepon seluler. Menurut tekno.kompas.com, tablet, jam pintar, dan headphone nirkabel juga berpotensi masuk dalam cakupan perangkat portabel yang terdampak.

Pengecualian bergantung pada daya tahan baterai

Produsen dapat memenuhi syarat tertentu tanpa mengikuti pola baterai mudah dilepas apabila baterainya tetap menyimpan sedikitnya 80 persen kapasitas setelah 1.000 siklus pengisian penuh. Pengecualian tersebut tidak berlaku otomatis karena perusahaan tetap perlu membuktikan kinerjanya kepada regulator.

Apple disebut berpeluang memanfaatkan ketentuan itu. Perusahaan mengklaim baterai iPhone 14 dan model lebih baru dapat mempertahankan sedikitnya 80 persen kapasitas maksimal setelah 1.000 siklus pengisian penuh.

Jika data yang diajukan tidak memenuhi ketentuan, desain iPhone untuk pasar Eropa berpotensi berbeda dari perangkat yang dijual di wilayah lain. Dampak kebijakan ini bahkan dapat meluas karena produsen biasanya membuat perangkat dalam skala produksi besar untuk banyak pasar.

Mengapa baterai kini tertanam rapat

Baterai yang sulit dilepas bukan hanya keputusan untuk membatasi perbaikan mandiri. Konstruksi tertutup memberi produsen ruang lebih leluasa untuk menata komponen internal, termasuk kamera beresolusi tinggi dan pengisian daya nirkabel.

Model baterai lepasan memerlukan penutup belakang yang mudah dibuka, konektor yang tahan terhadap pemasangan berulang, serta mekanisme pengunci. Komponen tambahan itu meningkatkan biaya produksi dan mengambil ruang di dalam perangkat.

Permintaan terhadap ponsel tipis dengan material aluminium atau kaca turut mempercepat penggunaan baterai tertanam. Dengan baterai tersegel, produsen dapat membangun bodi yang lebih kokoh sekaligus menjaga harga perangkat tetap kompetitif.

Ketahanan air dan keamanan menjadi pertimbangan

Bodi tertutup membantu mengurangi jalur masuknya air ke dalam perangkat. Desain unibody membuat ponsel lebih mudah dirancang untuk memenuhi rating ketahanan air dibandingkan perangkat dengan penutup baterai yang dapat dibuka setiap saat.

Keunggulan ini penting bagi ponsel kelas atas yang dirancang tetap berfungsi setelah terkena hujan lebat atau jatuh ke air. Pada era baterai lepasan, paparan air umumnya lebih berisiko merusak komponen internal.

Baterai tertanam juga mendukung fitur pelacakan saat ponsel dicuri. Layanan seperti Find My iPhone dan Find My Device dapat terus membantu pencarian selama perangkat masih memiliki daya.

Pada ponsel dengan baterai lepasan, pencuri dapat mencabut baterai untuk langsung mematikan perangkat. Pada desain tertanam, tindakan tersebut membutuhkan pembongkaran yang dapat merusak ponsel dan menurunkan nilai jual kembalinya.

Usia pakai perangkat menjadi sorotan

Di sisi lain, baterai tertanam membuat pengguna lebih bergantung pada layanan perbaikan ketika kapasitas daya menurun. Perangkat berpotensi diganti lebih cepat meski komponen lain masih dapat berfungsi dengan baik.

Uni Eropa mendorong akses penggantian baterai untuk memperpanjang usia pakai perangkat dan menekan limbah elektronik. Bila standar baru ini diadopsi secara luas, pengguna di luar Eropa, termasuk Indonesia, juga berpeluang menjumpai ponsel dengan baterai yang lebih mudah diganti.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terkait