UniGetUI Bantu Pindahkan Dan Perbarui Aplikasi Windows, Gratis Tanpa Ribet

Bagi pengguna Windows yang ingin merapikan cara memasang aplikasi, UniGetUI menawarkan satu tempat untuk mengelola instalasi, pembaruan, dan pencopotan aplikasi tanpa harus berburu installer acak di banyak situs. Aplikasi gratis dan open-source ini memanfaatkan jalur yang lebih tepercaya melalui Microsoft Store dan WinGet, sehingga prosesnya terasa lebih aman sekaligus lebih sederhana.

Pendekatan seperti ini penting karena file .exe masih sering menjadi jalur utama penyebaran malware di Windows. Bahkan situs pengembang yang sah pun tidak selalu bebas risiko, sementara mirror unduhan yang dipenuhi iklan bisa saja menyelipkan komponen yang tidak diinginkan ke dalam paket instalasi.

Mengapa jalur instalasi ini lebih aman

Microsoft Store kini jauh lebih relevan dibanding masa awalnya karena tidak lagi hanya berisi aplikasi buatan Microsoft. Setelah dibuka untuk aplikasi pihak ketiga, toko itu juga memuat paket Win32 yang sudah divalidasi, ditandatangani, dan bisa dipasang dengan satu klik.

WinGet melengkapi jalur tersebut lewat katalog besar yang dikelola komunitas di GitHub. Repositori itu berisi puluhan ribu manifest yang menjelaskan cara memasang dan memperbarui aplikasi langsung dari penerbit aslinya, tanpa harus mencari installer manual di web.

Kombinasi Microsoft Store dan WinGet mencakup banyak aplikasi populer. Di dalamnya ada Google Chrome, Zoom, Dropbox, 1Password, aplikasi Adobe, Spotify, iTunes, hingga perangkat lunak sumber terbuka seperti Rufus, VLC, 7-Zip, dan Notepad++.

Dukungan juga tersedia untuk Git, Python, dan Docker. Artinya, kebutuhan kerja sehari-hari bisa dipenuhi dari jalur instalasi yang lebih tertata.

UniGetUI membuat WinGet lebih mudah dipakai

WinGet sebenarnya sudah lama dipakai untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi Windows. Masalahnya, alat ini berbasis baris perintah dan kurang ramah bagi banyak pengguna, termasuk mereka yang sudah terbiasa dengan PowerShell.

UniGetUI hadir untuk menyederhanakan semua itu lewat antarmuka yang lebih langsung. Microsoft Store memang lebih mudah digunakan, tetapi tetap terasa merepotkan jika aplikasi harus dicari dan dipasang satu per satu.

Di satu PC yang digunakan untuk menulis laporan ini, lebih dari 200 aplikasi terpasang dan hanya dua yang berasal dari unduhan langsung situs pengembang. Sebagian besar aplikasi lain dipasang melalui UniGetUI, sementara sisanya datang dari Windows, prainstal OEM, atau bawaan sistem.

Berguna untuk pindah PC dan menyalin susunan aplikasi

Salah satu fitur yang paling menarik dari UniGetUI adalah kemampuan membuat bundle aplikasi. Saat menyiapkan PC baru, pengguna bisa membuka PC lama, memilih aplikasi yang ingin dipindahkan, lalu menyimpannya ke dalam satu file bundle.

File itu kemudian dapat dibuka di PC baru dan dipasang hanya dengan satu klik. Prosesnya memang tetap meminta beberapa persetujuan agar UniGetUI Elevator bisa berjalan, tetapi instalasi tetap berlangsung otomatis dan biasanya hanya memakan beberapa menit.

Fungsi ini juga berguna sebagai cadangan susunan aplikasi. Karena bundle menyimpan detail aplikasi, meniru konfigurasi dari satu PC ke PC lain jadi jauh lebih cepat dibanding memasang ulang semuanya satu per satu.

Tidak hanya memasang, tetapi juga membersihkan dan memantau

UniGetUI tidak berhenti pada pemasangan aplikasi. Aplikasi ini juga melacak aplikasi di PC dan menawarkan pencopotan instalasi untuk software yang tidak diperlukan, termasuk aplikasi bawaan Microsoft seperti News dan Weather.

Selain itu, UniGetUI memantau pembaruan secara otomatis dan menawarkan pemasangan saat dibutuhkan. Daftar pembaruannya juga mencakup library dan runtime yang sering dipakai aplikasi pihak ketiga.

Dalam satu contoh penggunaan, aplikasi memberi tahu pembaruan untuk tujuh aplikasi sekaligus, termasuk Microsoft Visual C++ 2015-2022 Redistributable. Satu klik pada pop-up sudah cukup untuk menyelesaikan pembaruan tersebut.

UniGetUI juga mendukung paket dari repositori lain seperti Scoop, Snap, Chocolatey, Pip, dan Npm. Dukungan lintas repositori ini membuatnya menarik bukan hanya untuk pengguna umum, tetapi juga untuk pengembang yang ingin mengelola banyak alat dari satu tempat.

Proyek ini awalnya dikembangkan oleh Martí Climent, lalu diambil alih oleh Devolutions. Perusahaan perangkat lunak enterprise itu menyatakan akan mempertahankan fondasi open-source sambil memperkuat stabilitas, keamanan, dan ruang tumbuh jangka panjang.

Berita Terkait