UNTR Paling Gede, AALI dan LPPF Juga Tebar Dividen 2026

Di antara deretan emiten yang menyiapkan dividen dari laba tahun buku 2025, PT United Tractors Tbk (UNTR) memimpin dari sisi nilai total pembagian. Perseroan menyiapkan dividen Rp1.663 per saham dengan total dana mencapai Rp5,92 triliun, sehingga langsung menjadi sorotan utama investor yang tengah membandingkan siapa paling besar membagikan laba.

Meski begitu, besarnya nominal total tidak selalu sejalan dengan agresivitas pembagian laba. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) justru tampil lebih tinggi dalam ukuran proporsi karena membagikan dividen setara 60 persen dari laba bersih 2025, sementara PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) juga ikut meramaikan musim dividen yang menarik perhatian pasar.

UNTR unggul dari sisi total dana

UNTR mendapat persetujuan RUPST pada 16 April 2026 untuk menyalurkan dividen jumbo kepada pemegang saham. Dari keputusan itu, total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp5,92 triliun, dengan porsi Rp1.663 per saham.

Walau tetap besar, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan pembagian dividen UNTR pada tahun buku 2024 yang mencapai Rp7,8 triliun. Dari total dividen yang disetujui, bagian dividen final yang belum cair tercatat sebesar Rp1.096 per saham.

AALI menonjol lewat payout ratio

AALI juga masuk jajaran emiten yang paling mencuri perhatian. Perseroan memperoleh persetujuan RUPST pada 15 April 2026 untuk membagikan dividen total Rp458 per saham dengan nilai keseluruhan sekitar Rp881,5 miliar.

Yang membuat AALI menonjol bukan hanya nominalnya, melainkan rasio pembagian yang mencapai 60 persen dari laba bersih 2025 sebesar Rp1,47 triliun. Sebagian dividen sudah disalurkan melalui dividen interim Rp123 per saham, sedangkan dividen final Rp335 per saham dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026.

LPPF memberi kepastian jadwal lebih awal

Di antara emiten lain yang masuk daftar, LPPF menjadi salah satu yang paling jelas dalam menyampaikan jadwal pembagian. Melalui keterbukaan informasi pada 17 April 2026, perseroan menetapkan dividen Rp250 per saham dengan total dana Rp556,81 miliar.

Dividen itu berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp725,3 miliar. Untuk investor yang menunggu kepastian jadwal, cum dividen di pasar reguler jatuh pada 23 April 2026, lalu ex dividen pada 24 April 2026, sedangkan pembayaran dijadwalkan pada 04 Mei 2026.

ASGR ikut menambah daftar pembagi laba

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) juga menyalurkan dividen tunai Rp241 per saham atau sekitar Rp325 miliar. Skema pembagiannya terdiri dari dividen interim Rp30 per saham yang sudah dibayarkan dan dividen final Rp211 per saham yang akan melengkapi total pembagian tersebut.

Keikutsertaan ASGR memperpanjang daftar emiten yang membagikan laba secara aktif kepada investor. Dalam konteks musim dividen kali ini, ASGR menjadi salah satu nama yang ikut memperkuat persaingan di antara emiten berbasis laba tunai.

TOBA dan PJAA melengkapi barisan emiten dividen

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menetapkan dividen final sebesar US$8,88 juta setelah memperoleh restu RUPS pada 16 April 2026. Manajemen menyampaikan bahwa dana itu berasal dari saldo laba ditahan, sehingga pembagian tidak bergantung pada dividen interim.

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyetujui dividen Rp26,05 per saham dengan total Rp41,6 miliar. RUPS PJAA juga menyetujui perubahan susunan direksi, termasuk penunjukan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama baru menggantikan Winarto yang mengundurkan diri.

Di antara seluruh nama tersebut, UNTR tetap paling besar jika ukurannya adalah total dana yang dibagikan, sedangkan AALI terlihat paling agresif dari sisi proporsi laba. Kombinasi angka besar, jadwal yang sudah diumumkan, dan pola pembagian yang bervariasi membuat daftar dividen emiten ini menjadi salah satu fokus utama investor di bursa.

Berita Terkait