Untuk Jantung Dan Tumis Panas, Minyak Alpukat Lebih Tahan Panas Ketimbang Minyak Zaitun

Untuk urusan memasak, perbedaan paling terasa antara minyak alpukat dan minyak zaitun ada pada ketahanan panas. Minyak alpukat punya titik asap sekitar 500 derajat Fahrenheit, sedangkan extra virgin olive oil mulai berasap pada sekitar 350 derajat Fahrenheit.

Itu sebabnya minyak alpukat lebih nyaman dipilih untuk menggoreng, memanggang dengan suhu tinggi, atau menumis dengan api besar. Sebaliknya, minyak zaitun lebih pas untuk salad dressing, saus, atau hidangan dingin yang tidak membutuhkan panas tinggi.

Namun, saat pembahasan bergeser ke kesehatan jantung, keduanya sama-sama masuk kategori minyak yang lebih baik daripada lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya kaya lemak tak jenuh tunggal, terutama asam oleat, yang kerap dikaitkan dengan metabolisme yang lebih baik dan kesehatan jantung.

Sejumlah sumber, termasuk Medical News Today, menyebut asupan lemak tak jenuh tunggal dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme dan menurunkan risiko penyakit jantung. Penelitian yang dipublikasikan National Library of Medicine juga menunjukkan bahwa konsumsi lemak tak jenuh tunggal yang lebih tinggi cenderung berkaitan dengan profil kesehatan jantung dan metabolisme yang lebih baik.

Dari sisi manfaat, minyak alpukat dan minyak zaitun sama-sama disebut dapat membantu menurunkan LDL, menjaga kesehatan pembuluh darah, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Karena itu, pertanyaannya bukan semata-mata mana yang paling sehat, melainkan mana yang paling cocok untuk kebutuhan harian.

Minyak zaitun, terutama extra virgin olive oil, punya keunggulan lain yang cukup penting, yaitu lebih banyak diteliti. Basis data ilmiah untuk manfaat kesehatannya dinilai lebih kuat dan lebih konsisten dibandingkan minyak alpukat.

Meski begitu, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan salah satu dari keduanya unggul mutlak atas yang lain. Minyak alpukat tetap dianggap memiliki manfaat yang hampir serupa, sehingga keduanya masih sama-sama layak dipilih sebagai alternatif yang lebih sehat.

Dari sisi kandungan lemak, data USDA menunjukkan extra virgin olive oil mengandung sekitar 85 gram total lemak per 100 mililiter. Di dalamnya terdapat sekitar 14 gram lemak jenuh, 62 gram lemak tak jenuh tunggal, dan 8 gram lemak tak jenuh ganda.

Minyak alpukat sendiri mengandung sekitar 93 gram total lemak per 100 mililiter dan 16 gram lemak jenuh. Meski begitu, komposisi nutrisi bisa berubah tergantung bahan baku dan proses produksi tiap merek, jadi label kemasan tetap perlu diperiksa sebelum membeli.

Rasa juga ikut memengaruhi pilihan di dapur. Minyak alpukat cenderung terasa creamy dan sedikit manis, sementara minyak zaitun umumnya lebih ringan dengan aroma khas yang lebih mudah dikenali.

Karena perbedaan karakter itu, minyak zaitun sering dipilih untuk hidangan segar atau olahan yang ingin mempertahankan aroma khasnya. Minyak alpukat lebih fleksibel untuk masakan panas karena tidak terlalu banyak mengubah cita rasa saat dipakai pada suhu tinggi.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada tujuan pemakaian. Jika yang dicari adalah dukungan ilmiah yang lebih kuat untuk kesehatan jantung, minyak zaitun masih lebih sering dijadikan acuan, tetapi jika prioritasnya stabil saat dipanaskan, minyak alpukat punya keunggulan yang jelas.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait