Perubahan pada urine sering menjadi petunjuk paling awal ketika ginjal mulai bekerja terlalu keras. Warna urine yang lebih gelap atau keruh, urine berbusa, jumlah yang terlalu sedikit atau justru terlalu banyak, hingga adanya darah, dapat menunjukkan proses penyaringan di ginjal tidak berjalan normal.
Keluhan seperti itu kerap berdampingan dengan gejala lain yang tampak ringan di awal. Karena penyakit ginjal sering tidak menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal, tubuh perlu lebih diperhatikan saat muncul kombinasi rasa lelah, bengkak, gatal, atau sesak napas yang tidak biasa.
Perubahan pada urine yang tidak boleh diabaikan
Ginjal bertugas menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Ketika fungsinya terganggu, bentuk urine bisa ikut berubah dan menjadi sinyal yang mudah terlihat.
Perubahan itu bisa berupa sering buang air kecil, terutama pada malam hari, atau sebaliknya jumlah urine yang justru sangat sedikit. Dalam beberapa kondisi, urine juga tampak lebih gelap, keruh, berbusa, atau mengandung darah.
Urine berbusa patut diperhatikan karena bisa berkaitan dengan protein yang ikut keluar bersama urine. Dalam kondisi normal, protein tidak semestinya terbuang melalui urine.
Bengkak muncul saat cairan menumpuk
Ginjal yang tidak mampu membuang kelebihan cairan dengan baik dapat memicu pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Area yang paling sering terkena adalah kaki, pergelangan kaki, tangan, dan wajah, terutama di sekitar mata.
Bengkak yang muncul terus-menerus terjadi karena cairan menumpuk di jaringan tubuh. Kehilangan protein melalui urine juga bisa memperburuk kondisi ini, sebab protein membantu menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah.
Rasa lelah yang terasa lebih berat dari biasanya
Mudah lelah sering dianggap sebagai efek aktivitas harian, padahal keluhan ini juga bisa berkaitan dengan gangguan ginjal. Tubuh dapat terasa lemas, kurang bertenaga, dan sulit fokus meski pekerjaan atau kegiatan tidak terlalu berat.
Kondisi tersebut muncul karena limbah yang seharusnya dibuang ginjal ikut menumpuk dalam darah. Saat proses penyaringan tidak optimal, tubuh harus bekerja lebih keras dan energi cepat terkuras.
Kulit kering dan gatal yang berlangsung lama
Keluhan kulit sering kali tidak langsung dikaitkan dengan ginjal. Padahal, saat organ ini tidak membuang limbah dengan baik, racun dapat menumpuk di darah dan memicu gatal yang menetap.
Keseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfor juga dapat terganggu. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, mudah iritasi, dan terasa tidak nyaman meski sudah memakai produk perawatan kulit.
Sesak napas bisa ikut muncul
Sesak napas tidak selalu berasal dari paru-paru atau jantung. Dalam beberapa kasus, masalah ginjal juga dapat memunculkan keluhan ini, terutama jika cairan menumpuk di tubuh dan ikut memengaruhi paru-paru.
Gangguan ginjal juga dapat memicu anemia. Ketika jumlah sel darah merah menurun, tubuh kekurangan oksigen dan napas terasa lebih pendek dari biasanya.
Dilansir dari WebMD dan National Kidney Foundation, gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan karena gangguan ginjal sering berkembang perlahan. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting bila keluhan muncul terus-menerus, apalagi jika disertai bengkak, perubahan urine, kelelahan yang tidak biasa, kulit gatal, atau sesak napas tanpa alasan yang jelas.
Source: www.beautynesia.id






