Uruguay menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 atas Tanjung Verde setelah sempat tertinggal lebih dulu dalam laga penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Senin, 22 Juni 2026. Kebangkitan cepat itu menjadi penentu arah pertandingan dan menunjukkan kemampuan La Celeste menjaga tekanan saat situasi tidak berpihak kepada mereka.
Keunggulan Uruguay lahir bukan dari awal yang mulus, melainkan dari respons cepat setelah kebobolan pada menit ke-21. Dari posisi tertinggal, tim asuhan Uruguay mampu membalikkan keadaan sebelum turun minum dan membuat Tanjung Verde kehilangan momentum yang sempat dibangun lewat gol tendangan bebas jarak jauh.
Gol tendangan bebas membuka kejutan Tanjung Verde
Uruguay sebenarnya memulai laga dengan agresif dan mencoba mengambil kendali sejak peluit pertama. Peluang awal hadir pada menit ke-13 ketika Federico Valverde mendapat ruang tembak di sisi kiri kotak penalti, tetapi tendangannya melenceng dari sasaran.
Tekanan itu justru dibalas Tanjung Verde lewat eksekusi Kevin Vina pada menit ke-21. Tendangan bebas jarak jauh yang dilepaskan Vina tak mampu diantisipasi rapatnya pagar betis Uruguay, lalu meluncur ke pojok kiri gawang yang dikawal Fernando Muslera.
Uruguay membalas dengan tekanan beruntun
Setelah tertinggal, Uruguay menaikkan intensitas serangan dan memaksa pertahanan lawan bekerja lebih keras. Federico Valverde kembali mengancam pada menit ke-27 melalui tembakan voli, namun bola melambung di atas mistar.
Maxi Araujo juga sempat mendapat peluang emas lewat sundulan hasil umpan silang, tetapi arah bola tidak tepat ke gawang. Meski demikian, gelombang serangan Uruguay terus berlanjut hingga memaksa Tanjung Verde melakukan kesalahan di area berbahaya.
Gol penyama kedudukan akhirnya hadir pada menit ke-44. Berawal dari umpan silang ke kotak penalti, Lopes Cabral yang berupaya menghalau bola justru mengubah arah bola ke gawang sendiri, sebelum Maxi Araujo menyambar bola yang membentur tiang untuk membuat skor menjadi 1-1.
Canobbio memastikan comeback sebelum jeda
Uruguay belum memberi waktu bagi lawan untuk menata ulang pertahanan. Maxi Araujo kembali terlibat dalam proses serangan dengan sundulan yang diarahkan kepada Agustin Canobbio, lalu Canobbio menyontek bola tanpa kawalan untuk menaklukkan Vozinha dan membawa Uruguay berbalik unggul 2-1.
Skor tersebut menegaskan efektivitas Uruguay dalam memanfaatkan momentum saat tekanan meningkat. Mereka tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga menutup babak pertama dengan posisi yang lebih nyaman setelah lawan gagal menjaga konsentrasi di akhir paruh awal.
Susunan pemain Uruguay memberi tenaga untuk terus menekan
Uruguay menurunkan Fernando Muslera, Guillermo Varela, Mathías Olivera, Sebastián Cáceres, Juan Manuel Sanabria, Rodrigo Bentancur, Manuel Ugarte, Agustín Canobbio, Federico Valverde, Maxi Araújo, dan Federico Viñas. Komposisi itu memberi keseimbangan antara tekanan serangan dan kontrol permainan di lini tengah.
Dalam fase pertama laga, Uruguay menunjukkan karakter tim besar dengan tetap menekan meski sempat lengah di belakang. Hasil 2-1 pada babak pertama menjadi modal penting bagi mereka untuk melanjutkan laga dengan kepercayaan diri lebih tinggi.
