Lamborghini menyiapkan babak baru untuk Urus dengan pendekatan yang jauh lebih ekstrem dari sebelumnya. Model yang dijadwalkan debut pada 1 Juli itu diperkirakan merupakan Urus Performante facelift, sekaligus menjadi versi paling agresif dari keluarga SUV performa tinggi tersebut.
Perubahan terbesar justru datang dari teknologi penggeraknya. Setelah sebelumnya mengandalkan V8 4.0 liter twin-turbo, Urus Performante baru akan beralih ke sistem hybrid plug-in yang mengikuti arah pengembangan Urus SE.
Tenaga lebih besar, tetapi bobot ikut naik
Pada generasi sebelumnya, Urus Performante menggunakan mesin V8 4.0 liter twin-turbo dengan tenaga 657 hp dan torsi 627 lb-ft. Untuk model baru, Lamborghini diperkirakan menggabungkan mesin itu dengan baterai 25,9 kWh dan motor listrik yang terintegrasi ke transmisi otomatis delapan percepatan.
Skema pada Urus SE menghasilkan output total 789 hp, jarak tempuh listrik murni 35 mil, dan akselerasi 0-62 mph dalam 3,4 detik. Urus Performante baru hampir pasti akan melampaui angka tersebut, terutama dari sisi tenaga dan performa keseluruhan.
Namun, sistem plug-in hybrid membawa konsekuensi yang tidak ringan. Bobot tambahan dari baterai dan motor listrik menjadi tantangan utama, sehingga penggunaan material ringan akan sangat menentukan karakter mobil ini di jalan maupun lintasan.
Carbon fiber masih jadi andalan Lamborghini
Untuk menahan kenaikan bobot, Lamborghini tetap mengandalkan carbon fiber dalam jumlah besar. Pada model sebelumnya, material ini membantu menghemat 104 lbs atau 47 kg, dan pendekatan serupa tampaknya akan dipertahankan pada generasi baru.
Filosofi itu sejalan dengan fokus Performante yang selama ini menekankan keringanan dan respons yang lebih tajam. Dengan tenaga yang diperkirakan meningkat, keseimbangan antara performa dan bobot akan menjadi penentu utama apakah SUV ini tetap terasa liar seperti namanya.
Perubahan desain mengarah ke arah yang lebih agresif
Dari teaser yang dibagikan Lamborghini, bagian belakang menjadi area yang paling mudah dibaca. Spoiler karbon di bagian atas terlihat mirip dengan model lama, tetapi spoiler tengah tampak jauh lebih besar dari sebelumnya.
Lampu belakang juga mendapat desain baru, sementara ventilasi palsu mengikuti gaya Urus SE. Ada pula petunjuk penggunaan atap berbahan carbon fiber, yang lazim dipakai Lamborghini untuk menekan massa kendaraan.
Foto prototipe sebelumnya memperkuat kesan bahwa perubahan yang dibawa bersifat evolusioner, bukan revolusioner. Fascia depan diperkirakan memakai bilah dan slat revisi, intake udara baru, serta signature daytime running light yang berbeda.
Di bagian buritan, bumper belakang, diffuser, dan knalpot baru ikut memberi sinyal penyegaran besar pada aerodinamika sekaligus tampilan yang lebih tegas. Kombinasi itu membuat Urus Performante baru tampak diposisikan sebagai SUV paling keras dalam jajaran Urus.
Bagi Lamborghini, debut pada 1 Juli akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan seberapa jauh Urus bisa didorong tanpa meninggalkan identitas Performante. Jika seluruh petunjuk itu benar, model ini akan hadir sebagai perpaduan antara desain baru, aerodinamika yang lebih serius, dan sistem hybrid plug-in yang lebih kuat dari sebelumnya.
Source: www.carscoops.com






