Saham Circle mendapat dorongan kuat dari pasar yang semakin menaruh perhatian pada stablecoin. Di tengah kondisi kripto yang tidak menentu, minat investor pada aset yang lebih stabil ikut mengangkat permintaan USDC dan membantu pendapatan perusahaan.
Dorongan itu juga datang dari perubahan sikap pasar terhadap aset berisiko. Volatilitas yang tinggi, ditambah konflik di Timur Tengah, membuat sebagian pelaku pasar lebih memilih menyimpan modal di instrumen yang nilainya dipatok ke dolar seperti USDC.
Kinerja keuangan ikut terangkat
Efeknya terlihat jelas pada hasil keuangan terbaru Circle. Pada periode yang sama, total pendapatan dan pendapatan cadangan naik 20% menjadi $694 juta.
Kenaikan ini sangat terkait dengan pertumbuhan USDC sendiri. Peredaran stablecoin utama Circle itu naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai $77 miliar pada akhir kuartal pertama.
USDC kini tetap berada di posisi stablecoin terbesar kedua di dunia berdasarkan nilai pasar. Posisi itu masih berada tepat di bawah Tether, yang memimpin pasar saat ini.
Regulasi memberi dukungan tambahan
Selain permintaan pasar, adopsi USDC juga terdorong oleh lingkungan regulasi yang lebih jelas di dua kawasan besar. Peluncuran MiCA di Eropa dan pengesahan GENIUS Act di Amerika Serikat memberi dasar hukum yang lebih kuat bagi aset digital yang dipatok ke dolar.
Kejelasan aturan semacam itu penting bagi stablecoin, terutama ketika investor dan pelaku industri mencari kepastian untuk penggunaan yang lebih luas. Dalam konteks itu, USDC mendapat keuntungan dari momentum regulasi yang sedang menguat.
Bisnis yang sangat sensitif pada suku bunga
Model bisnis Circle tetap bertumpu pada bunga dari cadangan yang menopang tokennya. Dana cadangan tersebut ditempatkan di deposito bank dan surat utang AS jangka pendek, sehingga pendapatan perusahaan sangat dipengaruhi perubahan kebijakan Federal Reserve.
Pemangkasan suku bunga pada akhir 2025 disebut ikut membantu perusahaan. Meski begitu, manajemen menegaskan bahwa Circle harus siap menghadapi banyak siklus suku bunga.
CFO Jeremy Fox-Green mengatakan perusahaan sedang dibangun untuk hidup melalui berbagai siklus rate. Sikap itu menunjukkan bahwa pertumbuhan saat ini tetap harus dibaca dalam konteks bisnis yang sensitif terhadap arah kebijakan moneter.
Ekspektasi pasar masih tinggi
Di Wall Street, pandangan terhadap Circle juga masih cenderung optimistis. Andrew Rocco, stock strategist di Zacks Investment Research, menilai dari perspektif jangka panjang sulit untuk bersikap bearish terhadap Circle Group.
Ia juga menyoroti stablecoin sebagai salah satu tema besar dalam dunia keuangan dalam beberapa tahun ke depan. Menurut pandangan itu, pasar stablecoin masih berpeluang berkembang menjadi industri bernilai triliunan dolar.
Respons investor terlihat dari pergerakan saham perusahaan. Saham Circle ditutup di level $113.67 pada Jumat, naik sekitar 43% sejak awal tahun dan lebih dari tiga kali lipat dari harga IPO sebesar $31.
Circle sendiri melantai di New York Stock Exchange dan mencatat debut yang kuat pada tahun lalu. Pencapaian itu ikut membuka jalan bagi perusahaan serupa untuk mencoba peruntungan di pasar publik, sementara perhatian terhadap stablecoin terus meningkat sebagai infrastruktur pembayaran dan penyimpanan nilai.
