Utang RI Masih 40 Persen PDB, Purbaya Menegaskan Fiskal Lebih Sehat dari Banyak Negara Eropa

Author: Redaksi Android62

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih menanggapi kritik The Economist dengan membandingkan posisi fiskal Indonesia terhadap negara-negara Eropa. Menurut dia, angka defisit dan utang Indonesia masih berada dalam batas yang aman, sehingga penilaian yang terlalu pesimistis tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Purbaya menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap dijaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB. Ia juga menilai rasio utang Indonesia yang berada di level 40 persen terhadap PDB masih jauh lebih terkendali dibanding banyak negara lain.

Defisit dan utang disebut masih aman

Saat berbicara di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Purbaya menyampaikan bahwa defisit APBN tahun lalu berada di level 2,8 persen dari PDB. Angka itu, menurut dia, menunjukkan ruang fiskal Indonesia masih terjaga dan belum menimbulkan tekanan besar.

Ia menempatkan rasio utang 40 persen terhadap PDB sebagai bukti tambahan bahwa kondisi fiskal nasional masih sehat. Dalam pandangannya, posisi tersebut masih lebih baik ketimbang banyak negara yang harus memikul beban utang jauh lebih berat.

Perbandingan dengan Eropa jadi pembelaan utama

Untuk memperkuat argumennya, Purbaya menyorot kondisi fiskal sejumlah negara Eropa yang disebut memiliki rasio utang mendekati 100 persen dari PDB. Ia menilai perbandingan itu memperlihatkan bahwa Indonesia masih berada pada posisi yang relatif aman.

Dari sudut pandang itu, ia bahkan menyebut The Economist seharusnya memberi apresiasi kepada pemerintah. Sikap itu muncul karena Indonesia dinilai masih mampu menjaga defisit dan utang tetap terkendali di tengah sorotan luar.

Sikap The Economist yang dikritik

The Economist sebelumnya menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. Salah satu perhatian utama media tersebut adalah belanja negara yang dianggap terlalu besar dan berpotensi memberi beban pada fiskal.

Media itu juga menyinggung risiko melemahnya disiplin fiskal akibat program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Selain itu, ada sorotan terhadap campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi nasional.

Pemerintah ingin tunjukkan ruang fiskal masih ada

Respons Purbaya menunjukkan pemerintah ingin menegaskan bahwa fiskal Indonesia belum masuk zona bahaya. Dengan defisit di bawah 3 persen dan rasio utang sekitar 40 persen, pemerintah berusaha menunjukkan bahwa ruang anggaran masih tersedia.

Purbaya juga menempatkan kondisi Indonesia dalam gambaran yang lebih luas lewat pembanding internasional. Dengan cara itu, ia ingin menegaskan bahwa penilaian terhadap Indonesia semestinya tidak berhenti pada sisi risiko, karena ada capaian fiskal yang menurutnya masih patut dilihat.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru