Vaksin HPV Tetap Penting Bagi Yang Sudah Menikah Dan Melahirkan, Jangan Terlambat Menutup Risiko

Bagi banyak perempuan, vaksin HPV masih sering dianggap hanya perlu sebelum menikah. Padahal, perlindungan ini tetap relevan bagi mereka yang sudah berumah tangga dan pernah melahirkan, selama masih berada di usia produktif.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Darrell Fernando, menegaskan bahwa vaksin HPV tidak selalu terlambat diberikan. Status sudah menikah atau pernah berhubungan intim bukan alasan untuk menutup akses vaksinasi, meski pemeriksaan kondisi tetap perlu dilakukan terlebih dulu.

Masih banyak yang belum terlindungi

Di Indonesia, masih banyak perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, tetapi belum menerima vaksin HPV. Kondisi ini menjadi perhatian karena perlindungan terhadap virus tersebut penting untuk kesehatan organ reproduksi perempuan.

HPV merupakan virus yang menular melalui aktivitas seksual. Pada perempuan yang belum memiliki perlindungan vaksin, infeksi ini dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan serius, termasuk kanker serviks atau kanker leher rahim.

Rasa aman setelah menikah tidak selalu tepat

Anggapan bahwa perempuan yang sudah menikah, punya anak, dan hanya memiliki satu pasangan seksual otomatis aman dari HPV masih sering muncul. Secara medis, pandangan itu tidak sepenuhnya benar karena paparan virus tetap bisa terjadi melalui kontak kulit saat berhubungan intim.

dr Darrell mengingatkan bahwa semua orang yang aktif secara seksual tetap dapat terpapar HPV. Karena itu, merasa terlalu aman justru dapat membuat seseorang menunda perlindungan yang sebenarnya masih bisa diambil.

Pencegahan tetap penting di usia produktif

Ancaman kanker serviks masih menjadi alasan kuat mengapa vaksin HPV tetap dibutuhkan. Data Globocan 2022 menunjukkan kanker serviks menempati posisi ketiga sebagai kanker dengan jumlah penderita terbanyak di Indonesia, dengan total 36.964 kasus.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan dini tetap penting bagi perempuan usia produktif. Vaksin HPV tidak hanya penting bagi perempuan yang belum menikah, tetapi juga bagi mereka yang sudah menjalani kehidupan berkeluarga.

Manfaat vaksin HPV tidak terbatas pada satu penyakit

Selain membantu mencegah kanker serviks, vaksin HPV juga disebut efektif menurunkan risiko kanker anus, kanker vagina, dan kanker orofaring. Pada laki-laki, vaksin ini juga dapat membantu mencegah kanker penis serta kutil kelamin.

Luasnya manfaat itu menunjukkan bahwa vaksin HPV bukan perlindungan untuk satu masalah kesehatan saja. Perlindungan yang diberikan mencakup beberapa kanker dan gangguan lain yang berkaitan dengan infeksi HPV.

Pemahaman yang tepat perlu didahulukan

Masalah utama bukan hanya soal ketersediaan vaksin, tetapi juga pemahaman masyarakat yang masih keliru. Banyak perempuan belum memeriksakan diri atau belum mempertimbangkan vaksin HPV karena merasa sudah terlambat atau sudah aman setelah menikah.

dr Darrell menekankan perlunya mengecek kondisi terlebih dulu lalu menyesuaikan kebutuhan vaksinasi. Dengan cara itu, perempuan yang sudah menikah dan pernah melahirkan tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlindungan yang sesuai.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait