Valforum membuktikan bahwa komunitas esports bisa berubah menjadi mesin bisnis yang serius. Dari ekosistem Valorant, platform ini mencatat omzet hingga miliaran rupiah per bulan sepanjang 2024.
Kinerja itu ditopang layanan yang tidak hanya menjual kebutuhan permainan, tetapi juga membangun rantai usaha yang lebih luas. Valforum menjalankan jual beli akun, penyewaan, jasa pendampingan permainan atau game assistant, hingga integrasi top-up digital.
Bisnis yang tumbuh dari kebutuhan pemain
Model usaha tersebut berjalan dengan dukungan sistem berbasis teknologi dan 20 tenaga kerja profesional di dalam tim. Kombinasi ini membuat operasional tetap stabil saat bisnis terus berkembang.
| Aspek | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Layanan utama | Jual beli akun, penyewaan, game assistant, top-up | Berfokus pada kebutuhan ekosistem Valorant |
| Omzet | Miliaran rupiah per bulan | Tercatat sepanjang 2024 |
| Tim internal | 20 tenaga kerja profesional | Menopang operasional berbasis teknologi |
Di balik pertumbuhan itu, Valforum berangkat dari inisiatif William Surya Dwiputra pada 2021. Ia memulai usaha tanpa modal besar dan tanpa jaringan industri, dengan tujuan awal mencari penghasilan tambahan.
William menyebut perjalanan awal membangun Valforum tidak berlangsung mulus. Sistem administrasi sempat berantakan, sementara kepercayaan konsumen harus dibangun kembali dari dasar.
Dari perbaikan layanan ke pembinaan kreator
Konsistensi memperbaiki layanan pada akhirnya menghasilkan fondasi yang lebih kuat. William Surya Dwiputra meraih pendapatan Rp100 juta pertamanya pada usia 18 tahun, lalu mematangkan sistem operasional perusahaan saat berusia 20 tahun.
Setelah bisnis ritel digitalnya stabil, Valforum memperluas peran menjadi sentra manajemen talenta digital. Saat ini, perusahaan menaungi sekitar 25 streamer game berbakat dan jumlah itu masih diproyeksikan bertambah.
Pembinaan di dalam ekosistem tersebut dilakukan dengan pendekatan strategis. Valforum memadukan pemasaran digital dan pengelolaan identitas merek yang merujuk pada standar kualifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.
Pendekatan itu juga dipakai untuk membangun kreator anonim atau faceless creators. Menurut informasi yang disampaikan, Valforum berhasil mendidik 5 kreator dari tahap awal hingga mampu mengelola kanal komersial mereka secara mandiri.
Ambisi memperluas panggung Valorant
Ke depan, Valforum menyiapkan diri menjadi pendorong utama penyiaran Valorant di tingkat nasional hingga global. Perusahaan juga tengah mematangkan sejumlah program apresiasi dan agenda acara publik berskala besar untuk menghidupkan ekosistem pemain.
William menegaskan rangkaian inisiatif itu diarahkan agar kreator lokal memiliki panggung yang proporsional untuk tumbuh terukur. Target akhirnya adalah mendorong kemandirian ekonomi dari industri kreatif yang terus berkembang ini.
Melalui kisah tersebut, Valforum memperlihatkan bahwa komunitas esports tidak berhenti pada aktivitas bermain. Di tangan pengelolaan yang rapi, ekosistem itu dapat berubah menjadi ruang usaha, pembinaan, dan peluang ekonomi bagi talenta muda.
