Bagi pemain Deadlock yang juga memasang Valorant di perangkat yang sama, masalah yang muncul bukan lagi sekadar game crash biasa. Sejumlah laporan komunitas menyebut anti-cheat Vanguard milik Riot Games bisa membuat file utama Deadlock terkunci, sehingga game Valve itu sulit dibuka kembali lewat Steam.
Yang membuat situasi ini lebih merepotkan adalah proses perbaikannya ikut tersendat. Steam dilaporkan tidak bisa menyentuh file yang sedang dikunci, sehingga upaya repair maupun pemasangan ulang bisa gagal di tengah jalan.
Sorotan awal kasus ini datang dari pengguna Reddit bernama Akita_Attribute di subreddit DeadlockTheGame. Ia mengaitkan gangguan pada Deadlock dengan layanan Vanguard yang aktif di latar belakang saat game berjalan.
Menurut penjelasan yang dibagikan, masalah bermula ketika Deadlock tiba-tiba crash saat dimainkan. Setelah itu, executable utama game disebut terkunci oleh sistem anti-cheat, dan akses ke aplikasi menjadi tertutup.
Dampaknya terlihat saat pemain mencoba memakai Steam untuk memulihkan game. Platform Valve itu dilaporkan menampilkan status “Content Downloading” yang berhenti di angka nol persen dan tidak bergerak.
Ketika sebagian pemain memilih cara yang paling umum, yaitu menghapus lalu memasang ulang game, hambatan baru justru muncul. Proses reinstall Deadlock disebut berulang kali berhenti saat progres mencapai 99 persen.
Pada titik itu, Steam kemudian menampilkan pesan kesalahan “Content File Locked”. Akita_Attribute mengatakan ia menelusuri sumber error tersebut dan menemukan layanan anti-cheat Vanguard, vgc.exe, sedang menahan file executable Deadlock.
Selama file itu masih terkunci, Steam tidak bisa memodifikasi atau menggantinya. Karena itu, repair maupun instalasi ulang tetap gagal meski pemain sudah mencoba langkah yang biasanya cukup untuk memperbaiki game.
Kasus ini juga menarik perhatian karena menyangkut dua game besar dari perusahaan berbeda. Deadlock adalah hero shooter milik Valve, sementara Vanguard merupakan lapisan anti-cheat yang dipakai Riot Games untuk Valorant.
Bagi pemain, benturan seperti ini berarti waktu bermain bisa terhenti total. Crash awal yang diikuti kegagalan perbaikan membuat gangguan terasa lebih serius daripada error biasa yang hanya menutup game sesaat.
Situasinya juga membuat proses troubleshooting menjadi lebih rumit. Pemain bisa mengira file game rusak, padahal hambatan utamanya justru datang dari layanan latar belakang yang masih aktif di sistem operasi.
Meski begitu, laporan komunitas ini tidak menyebut masalah tersebut pasti dialami semua pengguna Deadlock dan Valorant. Temuannya tetap spesifik, tetapi cukup rinci untuk menjadi perhatian bagi pemain yang memasang keduanya di perangkat yang sama.
Akita_Attribute juga membagikan langkah sementara yang disebut berhasil membuka kembali akses ke file Deadlock. Solusinya adalah menghentikan secara manual layanan VGC yang berjalan di latar belakang.
Setelah proses anti-cheat Riot itu dihentikan, kunci pada file executable Deadlock disebut langsung terlepas. Dalam kondisi itu, Steam baru bisa melanjutkan repair atau reinstall tanpa gangguan yang sama.
Namun, langkah tersebut hanya dipandang sebagai workaround, bukan perbaikan permanen. Artinya, cara ini hanya membantu memulihkan game yang sudah terlanjur terkunci, bukan menjamin konflik serupa tidak muncul lagi.
Bagi pemain yang menemukan pola serupa, gejalanya cukup mudah dikenali. Deadlock crash, Steam macet di “Content Downloading” nol persen, reinstall berhenti di 99 persen, lalu muncul “Content File Locked”.
Rangkaian itu menjadi petunjuk utama bahwa layanan Vanguard mungkin sedang menahan file Deadlock di sistem. Dalam konteks game PC modern, benturan antarlayanan latar belakang memang bisa terjadi, terutama ketika anti-cheat bekerja pada level yang sensitif.
Source: tech.sportskeeda.com






