Varian Ultra Xpeng GX Mendominasi Pesanan, 24.863 Unit Terkumpul Dalam 12 Jam

Pesanan Xpeng GX langsung melonjak tajam begitu SUV ini resmi meluncur. Dalam 12 jam, mobil tersebut membukukan 24.863 pesanan pasti, dan varian tertingginya, Ultra, menjadi pilihan yang paling banyak dicari.

Menariknya, Ketua Xpeng He Xiaopeng menyebut varian Ultra menyumbang lebih dari 80 persen dari total pemesanan. Angka itu menunjukkan bahwa pasar merespons kuat paket paling lengkap yang ditawarkan Xpeng GX, bukan sekadar nama baru di segmen SUV listrik premium.

Varian tertinggi paling diminati

Dominasi varian Ultra menjadi sorotan utama dari awal penjualan Xpeng GX. Dengan kontribusi lebih dari 80 persen, jelas terlihat bahwa konsumen tertarik pada versi yang paling kaya fitur dan paling tinggi posisinya di jajaran model ini.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa harga premium tidak otomatis menahan minat pasar. Justru, pada Xpeng GX, banderol yang tinggi tampak sejalan dengan daya tarik fitur, teknologi, dan kemewahan yang disiapkan pabrikan.

Desain besar dengan wajah futuristis

Secara tampilan, Xpeng GX tampil sebagai SUV berukuran besar dengan karakter yang tegas. Bagian depan memakai lampu memanjang penuh, sementara bumper bawah dibuat agresif agar kesan beraninya semakin kuat.

Di sisi samping, mobil ini membawa garis bodi yang mengalir, atap floating roof, gagang pintu tersembunyi, dan pelek multi-spoke. Bagian belakang juga mengikuti bahasa desain yang sama lewat lampu full-width yang membentang lebar.

Dimensinya ikut menegaskan posisinya sebagai SUV besar. Xpeng GX memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 3.115 mm.

Kabin dibuat mewah dan penuh teknologi

Masuk ke dalam, kabin Xpeng GX menampilkan kokpit modern dengan setir steer-by-wire “Cosmic Pilot”. Di bagian depan, jok sudah dilengkapi fitur sambutan pintar dan dapat diperpanjang secara elektrik hingga 135 mm.

Panel dasbor memakai layar 3K ultra-tipis berukuran 17,3 inci. Konsol tengah juga dibuat praktis lewat bantalan pengisian daya nirkabel pintar yang bisa terangkat otomatis, disertai cup holder tersembunyi.

Nuansa premium diperkuat oleh material kulit transparan Star Velvet pada panel pintu. Untuk hiburan, tersedia Lingjing AI Sound Max dengan 33 speaker, sedangkan suasana kabin dibantu ambient light “Star Ribbon”.

Perhatian pada penumpang belakang juga terlihat lewat kursi independen model zero-gravity berbahan kulit perforasi. Fitur ini disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan di baris kedua.

Pilihan penggerak untuk kebutuhan berbeda

Xpeng GX ditawarkan dalam dua jalur elektrifikasi utama, yaitu Extended Range Electric Vehicle atau EREV dan Battery Electric Vehicle atau BEV. Untuk EREV, mobil ini memakai mesin 1.5T yang dipadukan dengan sistem motor ganda.

Motor depan pada versi itu menghasilkan 160 kW atau 215 hp, sedangkan motor belakang mencapai 210 kW atau 282 hp. Paket ini menggunakan baterai 63,3 kWh dengan jarak listrik murni hingga 430 km berdasarkan standar CLTC dan total jarak tempuh gabungan 1.585 km.

Pada lini BEV, Xpeng juga memberi opsi yang tidak sederhana. Ada varian AWD motor ganda dengan output 160 kW dan 270 kW yang dipasangkan dengan baterai 110 kWh untuk jarak tempuh hingga 750 km CLTC.

Selain itu, tersedia versi RWD motor tunggal dengan tenaga maksimum 270 kW atau 362 hp. Varian ini memakai baterai 91,9 kWh dan mampu menempuh hingga 665 km berdasarkan pengujian CLTC.

Harga premium sejalan dengan isi paket

Xpeng GX dipasarkan mulai dari 279.800 yuan atau sekitar Rp726 jutaan. Harga tertingginya mencapai 359.800 yuan atau Rp934 jutaan, sehingga posisinya jelas berada di kelas premium.

Dengan kombinasi desain besar, kabin mewah, teknologi yang padat, serta pilihan EREV dan BEV, Xpeng GX tampil sebagai SUV listrik yang menonjol di pasar. Minat besar pada varian Ultra memperlihatkan bahwa konsumen paling tertarik pada paket paling lengkap yang ditawarkan model ini.

Source: voi.id
Berita Terkait