Veda Ega Mulai dari Ketujuh di Assen, Barisan Depan Masih Sangat Terbuka

Author: Redaksi Android62

Veda Ega Pratama membuka peluang besar untuk meraih hasil penting di Moto3 GP Assen setelah mengamankan posisi start ketujuh di Sirkuit TT Assen, Belanda. Dari grid itu, pembalap muda Indonesia tersebut masih berada cukup dekat dengan barisan depan untuk ikut bersaing sejak lap awal.

Catatan waktunya di Q2 juga menunjukkan betapa rapatnya persaingan di kelas ini. Veda membukukan lap terbaik 1 menit 40,690 detik, hanya terpaut sekitar setengah detik dari pole position yang direbut Maximo Quiles dengan 1 menit 40,130 detik.

Rapatnya selisih waktu membuka peluang perubahan posisi

Di Moto3, selisih kecil seperti itu kerap menjadi penentu, terutama ketika rombongan pembalap masuk ke pertarungan berkelompok. Kondisi tersebut membuat posisi ketujuh masih sangat mungkin berkembang menjadi hasil yang lebih baik jika Veda mampu menjaga ritme dan tidak kehilangan tempat pada fase awal balapan.

Kelompok terdepan di kualifikasi juga dipenuhi pembalap dengan waktu yang berdekatan. Maximo Quiles, Joel Kelso, Brian Uriarte, Marco Morelli, Adrian Cruces, David Almansa, dan Veda berada dalam rentang waktu yang sangat rapat, sehingga persaingan menuju lap-lap berikutnya diperkirakan berlangsung ketat.

Performa stabil sejak sesi awal

Perjalanan Veda ke Q2 tidak datang secara kebetulan. Pada Q1, pembalap Honda Team Asia itu mencatat waktu 1 menit 41,090 detik dan melaju dengan percaya diri ke sesi penentuan.

Stabilitas itu kemudian berlanjut saat memasuki Q2. Veda mampu memperbaiki catatannya dan menempatkan diri di posisi ketujuh grid start, sebuah hasil yang tetap menjaga peluangnya untuk ikut menekan para pembalap di depan.

Posisi Pembalap Waktu
1 Maximo Quiles 1:40.130
2 Joel Kelso 1:40.155
3 Brian Uriarte 1:40.430
4 Marco Morelli 1:40.454
5 Adrian Cruces 1:40.456
6 David Almansa 1:40.615
7 Veda Ega Pratama 1:40.690
8 Alvaro Carpe 1:40.720

Modal berharga untuk tambahan poin

Start dari baris ketujuh memberi Veda peluang realistis untuk menambah poin di klasemen musim 2026. Dengan jarak yang tipis dari para pesaing di depan, ia berpeluang memanfaatkan setiap duel di rombongan utama untuk merangsek naik.

Hasil ini juga menegaskan bahwa pembalap asal Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mampu bersaing di level dunia. Dalam situasi grid yang padat seperti di Assen, posisi start tujuh tetap menjadi modal penting untuk mengincar finis kompetitif saat balapan utama Moto3 GP Assen dimulai.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru