Verifikasi BBC dan CBC Bongkar Tuduhan Artemis II, Gambar AI Ternyata Menipu Mata

Pemeriksaan fakta dari BBC dan CBC menunjukkan bahwa foto dan video yang dipakai untuk menuduh Artemis II palsu justru berasal dari konten buatan AI generatif. Artinya, tuduhan yang ramai di media sosial itu tidak membuktikan adanya rekayasa misi NASA, melainkan memperlihatkan bagaimana gambar sintetis bisa tampak meyakinkan dan ikut menyebarkan kesalahpahaman.

Situasi ini mencuat saat perhatian publik tertuju pada misi Artemis II, yang menjadi momen penting ketika manusia kembali mengorbit Bulan setelah lebih dari 50 tahun. Di tengah sorotan besar itu, konten menyesatkan tentang aktivitas kru cepat beredar dan memicu kebingungan, terutama karena tampilannya sekilas terlihat seperti dokumentasi asli.

Foto yang tampak seperti di studio

Salah satu materi yang paling banyak dibagikan datang dari TikTok. Foto itu memperlihatkan empat astronaut memakai harness di depan layar hijau, sehingga banyak orang langsung menduga gambar tersebut dibuat di studio dan bukan di dalam pesawat Orion.

Namun, hasil pemeriksaan BBC dengan alat Google’s SynthID AI check justru menunjukkan ada watermark yang tertanam pada kreasi Gemini. Alat itu menandai foto tersebut sebagai hasil Google AI, sehingga isi unggahan yang digunakan untuk menuduh NASA malah berasal dari gambar palsu.

Kasus ini menjadi contoh bahwa visual yang terlihat rapi belum tentu benar. Tanpa verifikasi tambahan, gambar yang meyakinkan bisa berubah menjadi bahan tuduhan yang keliru.

Video CNN ikut disalahartikan

Kecurigaan lain datang dari potongan wawancara CNN bersama para astronaut. Sebagian penonton menyoroti teks aneh yang tampak melayang di atas benda mainan gravitasi bernama Rise, lalu menganggapnya sebagai bukti bahwa video itu palsu.

BBC Verify menjelaskan bahwa dugaan tersebut tidak tepat. Artefak teks itu bukan tanda adanya kesalahan layar hijau dan bukan pula petunjuk bahwa video itu dibuat dengan AI, melainkan gangguan pada alat yang dipakai untuk menempelkan teks di atas video asli yang direkam kamera.

Penjelasan seperti ini sering hilang saat cuplikan pendek menyebar di internet. Padahal, gangguan pascaproduksi bisa terlihat mencurigakan jika dipisahkan dari sumber aslinya dan dipotong tanpa konteks.

Dokumentasi resmi tetap tersedia

NASA sendiri sudah membagikan foto-foto Artemis II sejak Orion meluncur. Metadata pada gambar yang dirilis lewat kanal resmi menunjukkan penggunaan beberapa perangkat, termasuk Nikon D5 DSLR, kamera mirrorless Z9, iPhone 17 Pro Max, dan GoPro yang usianya hampir 12 tahun.

Informasi teknis seperti ini penting karena membantu membedakan dokumentasi resmi dari konten akun yang tidak jelas asal-usulnya. Dalam kasus visual luar angkasa, metadata bisa menjadi petunjuk awal sebelum publik mengambil kesimpulan dari tampilan gambar semata.

Meski begitu, keberadaan foto resmi tidak selalu menghentikan penyebaran manipulasi. Konten asli kerap dipakai lagi sebagai bahan untuk membuat tiruan yang mirip, sehingga orang semakin sulit membedakan mana dokumentasi otentik dan mana yang sengaja disusun untuk menipu.

Keraguan publik mudah dimanfaatkan

Masalah ini juga berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap gambar dan video. Survei terhadap orang dewasa di AS pada 2021 menunjukkan 12 persen responden percaya NASA tidak pernah mendarat di Bulan pada 1969, sementara 17 persen lainnya mengaku tidak yakin.

Di era konten sintetis, keraguan semacam itu mudah diperkuat. Survei lain dari 2025 menemukan 82 persen responden mengatakan kepercayaan mereka terhadap media menurun akibat konten buatan AI, dan situasi tersebut membuat foto palsu seperti yang menuduh Artemis II fiktif menjadi sangat berpengaruh.

Ketika alat pembuat gambar semakin mudah diakses, publik perlu lebih berhati-hati terhadap visual yang tampak sah. Asal-usul, metadata, dan konteks penerbitan tetap menjadi bagian penting untuk menilai apakah sebuah konten benar-benar berasal dari sumber tepercaya atau hanya jebakan yang dirancang untuk menyesatkan.

Berita Terkait