Sebanyak 2.730 calon jemaah haji Kota Surabaya masuk tahap verifikasi untuk rencana keberangkatan musim haji 2027/1448 Hijriah. Tahap ini menentukan apakah mereka melanjutkan persiapan hingga pelunasan atau memilih menunda keberangkatan.
Keputusan menunda tidak menghapus porsi jemaah secara langsung. Porsi tersebut akan bergeser ke daftar tunggu pada tahun berikutnya selama porsi keberangkatan telah muncul pada tahun berjalan.
Kasubag Tata Usaha Kementerian Haji Kota Surabaya, Edi Susilo, menyebut seluruh nama dalam daftar itu akan diperiksa untuk keberangkatan 2027. “Jadi untuk tahun 2027 ini, untuk Kota Surabaya, daftar jemaah yang akan diverifikasi yang masuk di tahun 2027 ini sebanyak 2.730,” katanya seperti dikutip Media Indonesia.
Komposisi Calon Jemaah yang Diverifikasi
Daftar tersebut terdiri atas kelompok lansia dan jemaah berdasarkan urut porsi. Kelompok jemaah non-lansia berdasarkan urut porsi menjadi bagian terbesar dalam proses verifikasi ini.
| Kategori Jemaah | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Jemaah lansia | 67 orang | Masuk daftar verifikasi 2027 |
| Jemaah non-lansia | 2.663 orang | Berdasarkan urut porsi |
| Total | 2.730 orang | Calon jemaah Kota Surabaya |
Verifikasi haji 2027 tidak hanya menghitung jumlah calon jemaah yang mendapat kesempatan berangkat. Kementerian Haji Kota Surabaya juga perlu memastikan status serta kesiapan setiap orang dalam daftar tersebut.
Setiap jemaah akan dikonfirmasi mengenai pilihan untuk tetap berangkat atau menunda. Kepastian jawaban diperlukan sebagai bagian dari persiapan tahapan pelunasan haji 2027.
Calon jemaah yang memutuskan tidak berangkat wajib membuat surat pernyataan. Dokumen itu kemudian diunggah melalui tautan yang disampaikan kepada jemaah atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah.
Ketentuan pernyataan juga berlaku bagi calon jemaah yang tidak memenuhi kriteria keberangkatan. Dokumen pengunduran diri menjadi bagian dari administrasi yang diperlukan dalam verifikasi.
Koordinasi Persiapan Keberangkatan
Persiapan ini dijalankan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Pihak yang dilibatkan meliputi Dinas Kesehatan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, imigrasi, serta Pemerintah Kota Surabaya.
Keterlibatan berbagai lembaga menunjukkan bahwa kesiapan calon jemaah haji Surabaya tidak hanya ditentukan oleh urut porsi. Pelayanan, pembinaan, kondisi kesehatan, dan dokumen perjalanan juga menjadi bagian dari proses persiapan.
Proses awal ini dimulai setelah musim haji berakhir. Langkah tersebut mengikuti instruksi pemerintah kepada kantor wilayah Kementerian Haji di seluruh Indonesia pada 10 Juli.
Bagi jemaah yang masih mempertimbangkan keberangkatan, verifikasi menjadi tahapan penting untuk menentukan status porsi mereka. Data yang terkumpul akan memetakan jemaah yang siap melanjutkan proses haji 2027 dan mereka yang harus masuk daftar tunggu haji.
