Banyak pemain PlayStation di Inggris kini menghadapi syarat baru yang langsung menyentuh pengalaman online mereka. Jika verifikasi usia tidak diselesaikan, akses ke fitur sosial seperti voice chat, party chat, pesan, siaran, dan multiplayer bisa dibatasi hingga akhirnya terkunci penuh.
Yang membuat kebijakan ini memicu kemarahan adalah jenis data yang diminta. Pengguna tidak hanya diminta mengonfirmasi umur, tetapi juga melewati pemindaian wajah, menyerahkan identitas resmi pemerintah, dan menghubungkan nomor ponsel yang sudah terverifikasi melalui aplikasi pihak ketiga.
Sony menerapkan aturan tersebut untuk menyesuaikan diri dengan UK Online Safety Act. Regulasi itu menuntut perusahaan teknologi memastikan platform mereka aman bagi pengguna yang lebih muda, dan di Inggris verifikasi usia kini menjadi syarat untuk membuka fitur sosial di PlayStation.
Proses verifikasi dilakukan lewat aplikasi pihak ketiga bernama Yoti, bukan langsung dari sistem konsol. Bagi banyak pemain, langkah ini terasa lebih berat daripada pemeriksaan usia biasa yang lazim ditemui di layanan digital.
Jika syarat itu tidak dipenuhi, dampaknya tidak kecil. Fitur yang terdampak mencakup voice chat, party chat, messaging, broadcast, serta mode multiplayer di PS5 dan PS4.
Tenggat untuk penerapan pembatasan penuh disebut jatuh pada Juni 2026. Pemain yang belum menyelesaikan verifikasi sebelum waktu tersebut akan kehilangan akses penuh ke fitur online terkait.
Reaksi keras muncul karena banyak pemain merasa dipaksa menyerahkan data biometrik untuk layanan yang sudah lama mereka gunakan. Bagi sebagian orang, kebijakan ini bukan sekadar pembaruan kecil, melainkan perubahan besar pada cara mereka memakai PlayStation.
Kekhawatiran terbesar berkisar pada privasi dan keamanan data. Sejumlah pengguna di X menyatakan keberatan menyerahkan data wajah kepada perusahaan pihak ketiga yang mereka anggap punya rekam jejak bermasalah.
Keluhan lain datang dari sisi pemakaian harian. Beberapa pemain menyebut konsol mereka nyaris tidak berguna untuk aktivitas online jika menolak verifikasi, terutama bagi mereka yang rutin bermain bersama teman.
Di komunitas, emosi juga ikut memanas karena ada pengguna yang merasa harus membuktikan usia lagi meski sudah memiliki akun PlayStation sejak masa awal peluncuran perangkat di Inggris. Situasi ini membuat kebijakan tersebut dipandang bukan hanya sebagai aturan administratif, tetapi sebagai gangguan langsung terhadap kebiasaan bermain.
Yang menarik, game single-player tidak terkena dampak aturan ini. Judul seperti God of War: Ragnarok dan Ghost of Yotei masih bisa dimainkan tanpa perubahan yang disebutkan.
Masalah muncul saat pemain ingin memakai fitur yang bergantung pada interaksi sosial dan konektivitas online. Pada titik itulah verifikasi usia berubah menjadi syarat wajib agar pengalaman bermain di konsol tetap utuh.
Perbandingan dengan platform lain juga ikut memperbesar kritik terhadap Sony. Sejumlah pengguna di X menilai Xbox bisa mematuhi aturan Inggris tanpa mencabut konektivitas online dengan cara yang sama.
Dalam keluhan yang beredar, Xbox disebut memakai pendekatan berbasis usia akun, bukan meminta identitas sensitif. Perbandingan itu membuat banyak pemain bertanya mengapa Sony memilih jalur yang dianggap lebih berat dan lebih intrusif.
Dari sana, perdebatan bergeser dari soal kepatuhan hukum menjadi soal pilihan kebijakan. Publik mulai menimbang apakah ada cara yang lebih ramah privasi untuk mencapai tujuan yang sama.
Di sisi lain, muncul pula kecurigaan yang lebih luas soal motif pengumpulan data. Ada spekulasi bahwa verifikasi usia ini berkaitan dengan pemantauan komunikasi langsung, bukan semata perlindungan anak.
Klaim tersebut belum didukung pembuktian dalam materi yang tersedia, tetapi narasinya ikut memperbesar kemarahan komunitas. Di media sosial, kebijakan ini bahkan digambarkan sebagai langkah menuju pengawasan yang lebih luas lewat AI dan pelacakan wajah.
Kekhawatiran itu makin kuat karena ada pihak ketiga di tengah proses verifikasi. Saat pengguna harus menyerahkan data biometrik dan identitas resmi di luar sistem yang mereka kenal, isu kepercayaan langsung menjadi sangat sensitif.
Source: tech.sportskeeda.com






