VinFast Bangun Taksi Listrik hingga SPKLU, Bukan Hanya Mengejar Penjualan EV

VinFast tidak hanya menempatkan kendaraan listrik sebagai produk yang dijual kepada konsumen Indonesia. Merek asal Vietnam ini juga membangun rantai layanan yang mencakup pengisian daya, penukaran baterai, hingga taksi listrik melalui Green SM.

Strategi tersebut membuat VinFast hadir tidak sekadar sebagai produsen mobil dan motor listrik. Perusahaan berupaya menyiapkan layanan pendukung agar penggunaan kendaraan listrik dapat berjalan dalam satu ekosistem.

Green SM Memperluas Peran VinFast

Green SM menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam langkah VinFast di Indonesia. Layanan taksi listrik itu menggunakan kendaraan VinFast dan disebut menjadi moda transportasi darat massal milik merek EV sendiri di Indonesia.

Operasional Green SM juga memanfaatkan fasilitas pengisian daya miliknya sendiri. Skema ini menghubungkan kendaraan, infrastruktur charging, dan layanan transportasi dalam jaringan yang saling mendukung.

Kehadiran taksi listrik memberi fungsi tambahan bagi kendaraan VinFast di luar pasar pembelian pribadi. Model tersebut juga memperlihatkan upaya perusahaan membangun penggunaan EV dalam aktivitas mobilitas sehari-hari.

V-Green Menopang Kebutuhan Pengisian Daya

Di sisi infrastruktur, VinFast menyiapkan jaringan V-Green untuk pengisian kendaraan listrik. Jaringan ini menyediakan SPKLU bagi pengguna mobil listrik VinFast di sejumlah wilayah Indonesia.

Titik pengisian daya VinFast telah tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan kawasan sekitarnya. Perluasan jaringan masih terus dilakukan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.

V-Green juga memiliki peran berbeda untuk kendaraan roda dua. Jaringan tersebut menyiapkan sistem swap battery atau penukaran baterai agar pengguna tidak perlu menunggu proses pengisian daya berlangsung.

Fasilitas penukaran baterai V-Green disebut telah tersedia di sejumlah wilayah meski motor listrik VinFast belum beredar. Sistem ini menjadi salah satu dukungan yang disiapkan untuk lini roda dua perusahaan.

Bagian EkosistemFungsiPengguna Utama
V-GreenSPKLU dan penukaran bateraiMobil dan motor listrik VinFast
Green SMLayanan taksi listrikPenumpang transportasi darat
Sewa bateraiMemisahkan kepemilikan kendaraan dan bateraiPembeli kendaraan VinFast

Pilihan Mobil dan Motor Listrik

VinFast Indonesia telah memasarkan mobil listrik untuk kelas pemula hingga menengah. Model yang disebut tersedia meliputi VF3, VF e34, VF5, VF6, VF7, serta VF MPV 7.

Untuk pasar roda dua, VinFast menyiapkan EVO, Feliz II, dan Viper. Ketiga motor listrik itu dijadwalkan diperkenalkan pada Sabtu (18/7).

KategoriModelKeterangan
Mobil listrikVF3, VF e34, VF5Segmen pemula hingga menengah
Mobil listrikVF6, VF7, VF MPV 7Segmen pemula hingga menengah
Motor listrikEVO, Feliz II, ViperDijadwalkan diperkenalkan Sabtu (18/7)

Mobil dan motor listrik VinFast dapat dibeli dengan skema sewa baterai. Skema tersebut memisahkan aspek kepemilikan kendaraan dari baterainya sebagai pilihan bagi konsumen.

Komitmen Vingroup Menjadi Dasar Pengembangan

VinFast berdiri pada 2017 dan berkembang dari produsen kendaraan nasional Vietnam menjadi salah satu simbol kemajuan industri kendaraan ASEAN. Di Indonesia, pengembangan produk dan fasilitas pendukung dijalankan bersamaan.

CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menilai konsistensi dan persistensi sebagai kekuatan perusahaan. Ia mengatakan, “Yang kami lihat dari VinFast ini adalah konsistensi dan persistensi.”

Menurut Kariyanto, komitmen besar Vingroup membantu VinFast menjadi merek kendaraan listrik nomor satu di Vietnam dalam waktu singkat. Kepercayaan pasar, menurutnya, tidak hanya dibentuk oleh produk, melainkan juga oleh ekosistem pendukung yang solid.

Melalui kendaraan, V-Green, skema sewa baterai, dan Green SM, VinFast menyiapkan beberapa jalur penggunaan EV sekaligus. Pendekatan ini diarahkan untuk memberi kemudahan lebih besar bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia.

Berita Terkait