Bandara Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali tengah disiapkan menjadi salah satu wajah utama kedatangan tamu negara ke Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun VIP Room baru untuk menyambut pejabat negara dan tamu VVIP yang datang lewat jalur udara.
Fasilitas baru ini dipandang bukan sekadar ruang tunggu, melainkan bagian dari citra awal Jawa Tengah saat menerima tamu penting. Karena itu, penataan di kawasan Lanud Adi Soemarmo didorong agar lebih layak dan lebih representatif sebagai pintu masuk udara provinsi ini.
Bangunan baru jauh lebih besar
Pemprov Jateng merancang VIP Room baru dengan luas 2.013 meter persegi. Ukuran tersebut sekitar lima kali lipat dibanding gedung lama yang hanya sekitar 400 meter persegi.
Perbedaan luas itu menunjukkan adanya pembaruan yang cukup besar di kawasan bandara. Kebutuhan layanan kenegaraan dinilai memang sudah bergerak seiring dengan peran bandara yang semakin penting.
Target selesai dan dana pembangunan
Pembangunan VIP Room baru ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp12,6 miliar.
Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi Jateng tahun anggaran 2026. Skema pendanaan ini menegaskan bahwa proyek tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat layanan strategis di bandara.
Disiapkan juga untuk layanan haji dan umrah
Perhatian Pemprov Jateng terhadap Adi Soemarmo tidak hanya berkaitan dengan penyambutan tamu negara. Bandara ini juga sudah berstatus sebagai bandara internasional khusus haji dan umrah.
Karena itu, fasilitas pendukung di kawasan ini dinilai perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan. VIP Room baru diharapkan ikut memperkuat kesiapan bandara dalam mendukung arus perjalanan ibadah selain layanan penyambutan pejabat dan tamu VVIP.
Gerbang udara Jateng punya dua pintu utama
Gubernur Ahmad Luthfi menilai ruang VIP lama di Lanud Adi Soemarmo sudah tidak lagi memadai untuk mengikuti kebutuhan pelayanan kenegaraan yang berkembang. Ia juga menyoroti bahwa jalur udara menuju Jawa Tengah memiliki dua pintu utama, yaitu Solo dan Semarang.
Keduanya telah berstatus internasional, sehingga fasilitas di masing-masing bandara menjadi bagian penting dari perhatian pemerintah. Dalam kerangka itu, penguatan di Adi Soemarmo tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pembenahan akses udara di Jawa Tengah secara lebih menyeluruh.
Kolaborasi dengan TNI AU tetap dibutuhkan
Untuk memperkuat kawasan bandara, Pemprov Jateng juga memandang kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara tetap diperlukan. Kerja sama itu diharapkan membuat fasilitas di Adi Soemarmo semakin siap digunakan.
Dengan penataan baru ini, bandara di Boyolali tersebut diposisikan bukan hanya sebagai tempat kedatangan, tetapi juga sebagai representasi awal wajah Jawa Tengah. Kesan ramah dan maju diharapkan tercermin sejak tamu negara dan VVIP turun dari jalur udara.
Source: radioidola.com