Visa yang belum diterima 15 anggota delegasi Iran membuat perjalanan menuju Piala Dunia 2026 langsung terseret ke ranah politik. Di tengah persiapan tim nasional Iran, persoalan administratif itu berubah menjadi sorotan besar karena melibatkan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen.
Kedutaan Besar Iran di Turki menyebut ada staf manajerial, eksekutif, dan pihak lain yang ditolak visanya. Dalam unggahan di X, kedutaan itu menilai perlakuan terhadap tim Iran telah naik ke tingkat tertinggi dan meminta FIFA meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran aturan.
Visa pemain sudah terbit, staf belum
Seorang reporter televisi pemerintah dari Antalya mengatakan visa untuk tim nasional dan staf teknis sudah terbit. Namun, 15 anggota yang berada di bagian administrasi dan manajemen disebut masih belum memperoleh izin masuk dari Amerika Serikat.
Kondisi itu memicu kritik dari Iran pada Sabtu setelah sebagian staf pendukung tim tidak mendapatkan visa. Federasi Sepak Bola Iran kemudian ikut mengecam langkah tersebut dan menyebutnya sebagai “intervensi politik dalam olahraga dalam bentuk terburuk”.
Federasi juga menyatakan akan membawa persoalan ini ke FIFA. Bagi mereka, keputusan itu tidak sejalan dengan prinsip perlakuan tanpa diskriminasi dalam olahraga.
Sorotan tertuju pada pihak yang ditolak
Nama Ketua federasi Iran Mehdi Taj ikut disebut sebagai salah satu pihak yang visanya ditolak. Media diaspora Iran juga menyebut Taj sebagai mantan anggota Garda Revolusi.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa masalahnya bukan pada para pemain Iran. Rubio mengatakan persoalannya ada pada “beberapa orang lain yang ingin mereka bawa”, sembari menyinggung dugaan hubungan dengan Garda Revolusi Iran yang masuk daftar organisasi teroris versi AS.
Meski begitu, para pemain Iran sendiri sudah menerima visa mereka pada Jumat malam. Utusan AS untuk Turki, Tom Barrack, mengumumkan kabar itu lewat X dan memuji kerja Kedutaan Besar AS di Ankara dalam memproses visa untuk tim nasional Iran.
Bayang-bayang ketegangan yang lebih luas
Tim Iran saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di kawasan wisata Antalya, Turki selatan, sejak 18 Mei. Mereka bersiap meninggalkan Turki menuju Meksiko untuk agenda menuju Piala Dunia 2026.
Turnamen itu sendiri akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Karena itu, masalah visa yang menimpa delegasi Iran langsung mendapat perhatian lebih besar daripada sekadar urusan perjalanan tim.
Perselisihan ini juga muncul ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam situasi tegang. Dalam bahan yang tersedia, perang disebut dimulai setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan ke Iran pada 28 Februari, lalu sempat dihentikan oleh gencatan senjata pada 8 April.
Namun, gencatan senjata itu disebut kembali terancam runtuh karena meningkatnya serangan balasan antara AS dan Iran. Di tengah suasana seperti itu, persoalan visa delegasi Iran ikut terbaca sebagai bagian dari konflik yang lebih luas.
Bagi Iran, yang dipersoalkan bukan hanya izin masuk ke Amerika Serikat. Mereka memandang keputusan tersebut sebagai perlakuan yang tidak adil terhadap tim nasional saat para pemain bersiap tampil di panggung sepak bola terbesar di dunia.
Source: news.detik.com






