Vivo X Fold 6 kini memiliki jadwal rilis yang jelas di China, dengan peluncuran dijadwalkan pada 26 Juni pukul 7:00 malam CST atau 4:30 sore IST. Pemesanan awal juga sudah dibuka di seluruh platform daring di wilayah daratan China.
Langkah pre-order itu menarik perhatian karena Vivo menyiapkan undian berhadiah bagi pembeli awal. Konsumen yang melakukan pemesanan awal berpeluang membawa pulang Vivo X Fold 6 secara gratis melalui lucky draw tersebut.
Kamera menjadi fokus utama
Di antara banyak detail yang telah diungkap, sektor kamera menjadi nilai jual paling menonjol. Vivo menempatkan X Fold 6 sebagai “foldable mini DSLR” berkat sensor 200MP dan lensa telefoto periskop Zeiss APO super yang disebut sebagai yang pertama untuk perangkat lipat.
Perusahaan juga membekali perangkat ini dengan chip pencitraan Blueprint V3+. Selain itu, Vivo Zeiss G2 teleconverter dengan ekuivalen 200mm turut didukung, lengkap dengan beberapa opsi gaya warna untuk hasil foto.
Vivo bahkan sudah memamerkan sejumlah sampel foto dari X Fold 6. Meski pengujian lapangan belum dijelaskan secara rinci, langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan ingin mengarahkan perhatian publik pada kemampuan fotografi perangkat lipat terbarunya.
Desain dan warna ikut diperbarui
Dari sisi tampilan, Vivo menyiapkan bahasa desain baru dengan sudut yang lebih membulat dan bingkai logam 2.5D dengan sisi vertikal. Bocoran awal sebelumnya juga sempat mengarah pada modul kamera belakang melingkar besar serta pilihan warna biru kehijauan yang mencolok.
Kini Vivo telah mengonfirmasi salah satu warna resmi bernama Blue Hole. Warna itu disebut terinspirasi dari lubang biru laut dalam dan menjadi bagian dari identitas visual X Fold 6.
Pembaruan lain hadir pada layar, karena layar bagian dalam dan layar luar sama-sama memakai generasi terbaru material luminescent. Khusus layar bagian dalam, Vivo memakai material luminescent Samsung M14 yang diklaim memberi kecerahan puncak lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih rendah.
Chip baru untuk perangkat lipat
Di sektor dapur pacu, Vivo mengonfirmasi penggunaan MediaTek Dimensity 9500 Super Edition. Chip ini disebut dikembangkan selama hampir dua tahun dan dirancang khusus untuk perangkat foldable.
Vivo juga mengklaim peningkatan besar pada unit pemrosesan AI. Performa NPU disebut 111% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, sementara konsumsi dayanya diklaim turun 56%.
Kombinasi itu menjadi penting karena ponsel lipat biasanya menuntut efisiensi lebih tinggi akibat layar ganda dan kebutuhan multitugas yang berat. Jika implementasinya sesuai harapan, performa AI dan efisiensi daya bisa menjadi nilai praktis utama dalam pemakaian harian.
Dari sisi perangkat lunak, X Fold 6 akan meluncur dengan OriginOS 6 Fold. Sistem ini dipadukan dengan versi Atomic Workbench yang telah ditingkatkan, yakni fitur produktivitas multi-aplikasi milik Vivo untuk layar lipat.
Atomic Workbench selama ini diarahkan untuk memaksimalkan ruang layar besar pada perangkat lipat. Versi terbarunya diperkirakan tetap menjadi elemen penting untuk mendukung multitugas, meski rincian fitur tambahannya belum dipaparkan sepenuhnya.
Harga masih menunggu pengumuman resmi
Hingga saat ini Vivo belum mengumumkan harga resmi X Fold 6. Detail harga dan ketersediaan penuh baru akan disampaikan pada acara peluncuran 26 Juni.
Dengan jadwal yang sudah pasti dan pre-order yang telah dibuka, perhatian kini tertuju pada strategi harga Vivo di segmen ponsel lipat premium. Pengumuman lengkap nanti juga akan menjadi penentu apakah kombinasi kamera 200MP, lensa periskop Zeiss APO super, chip Dimensity 9500 Super Edition, dan layar bermaterial Samsung M14 cukup kuat untuk memperluas daya tarik X Fold 6 di pasar China.
Source: www.gizmochina.com






