Vivo X Fold6 langsung menempatkan diri sebagai salah satu ponsel lipat premium yang paling agresif di kelasnya. Kombinasi kamera utama Zeiss 200 MP dan baterai 7.000 mAh membuat perangkat ini tampil menonjol di tengah segmen foldable yang selama ini lebih sering menekankan desain dan layar.
Di pasar China, penjualan perdana perangkat ini dimulai pada 1 Juli. Namun, Vivo belum mengumumkan jadwal peluncuran global maupun kehadirannya untuk Indonesia.
Kamera jadi daya tarik utama
Bagian fotografi menjadi salah satu senjata terbesar X Fold6. Vivo membekali ponsel ini dengan sensor utama Samsung HPB 200 MP berukuran 1/1,4 inci, aperture f/1.68, dukungan OIS, dan lapisan Zeiss T*.
Konfigurasi kamera belakangnya juga mencakup kamera ultrawide 50 MP dan kamera telefoto periskop 50 MP berbasis sensor Sony LYT602. Kamera telefoto tersebut mendukung zoom optik 3x, serta teleconverter hingga ekuivalen 200 mm.
Vivo turut menambahkan chip pencitraan Vivo V3+ untuk memperkuat pemrosesan gambar. Kolaborasi dengan Zeiss tetap menjadi nilai jual penting yang ditegaskan pada perangkat ini.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Vivo menempatkan kamera depan 20 MP di layar utama dan 20 MP di layar cover. Susunan ini memberi fleksibilitas saat ponsel dipakai dalam posisi terbuka maupun tertutup.
Baterai besar, pengisian cepat, dan layar kelas atas
Daya tahan menjadi sisi lain yang paling mencolok. Vivo X Fold6 membawa baterai 7.000 mAh dengan teknologi silikon anoda generasi kelima dan baterai semi-solid-state generasi ketiga.
Pengisian dayanya mendukung 80W FlashCharge, 40W wireless charging, dan reverse wireless charging untuk mengisi perangkat lain secara nirkabel.
Di sektor layar, perangkat ini memakai panel utama 8,02 inci Samsung M14 LTPO AMOLED dengan resolusi 2K+ 2504 x 2312 piksel. Layar tersebut memiliki refresh rate adaptif 1Hz hingga 120Hz, dukungan HDR10+, Dolby Vision, dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nits.
Layar utama itu juga dilindungi UTG Glass. Sementara itu, layar cover berukuran 6,51 inci memakai panel BOE LTPO AMOLED beresolusi 2528 x 1120 piksel dengan refresh rate hingga 120Hz dan dukungan Dolby Vision.
Kedua layar telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Global Eye Protection 3.0. Vivo juga menyediakan mode pencahayaan rendah hingga 1 nit untuk membantu mengurangi kelelahan mata.
Performa, konektivitas, dan perangkat lunak
Untuk dapur pacu, Vivo X Fold6 mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 Super Edition dengan fabrikasi 3 nm dan GPU Arm Mali-G1 Ultra MC12. Perangkat ini hadir dengan opsi RAM 12 GB dan 16 GB berjenis LPDDR5X.
Pilihan penyimpanannya mencakup 256 GB, 512 GB, dan 1 TB dengan teknologi UFS 4.0. Vivo juga menyematkan chipset komunikasi buatannya sendiri, yang terdiri dari satu global signal amplifier dan empat chip Wi-Fi untuk menjaga kestabilan sinyal.
Dari sisi konektivitas, ponsel ini mendukung 5G SA/NSA, dual 4G VoLTE, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, GPS dual-band, dan USB Type-C. Sensor sidik jari ditempatkan di sisi bodi.
Vivo X Fold6 menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Sistem ini dilengkapi fitur Atomic Workbench yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan bersamaan demi mendukung produktivitas di layar lipat.
Ketahanan, desain, dan varian harga
Selain spesifikasi inti, Vivo juga memberi perhatian pada daya tahan fisik. X Fold6 mengantongi sertifikasi IP5X untuk debu, serta IPX8 dan IPX9 untuk ketahanan air.
Perangkat ini disebut tetap bisa digunakan pada suhu hingga minus 20 derajat Celsius. Dalam posisi terbuka, dimensinya 157,16 x 145,66 x 4,4 mm, sedangkan saat tertutup ketebalannya 9,4 mm dengan lebar 74,26 mm.
Bobotnya 228 gram untuk varian Polar Night dan Salt Lake, sementara varian Blue Hole sedikit lebih berat dengan 235 gram. Pilihan warnanya terdiri dari Blue Hole, Salt Lake, dan Polar Night, dengan Professional Imaging Kit tersedia untuk varian tertentu.
Di China, Vivo X Fold6 hadir dalam enam konfigurasi harga. Varian 12 GB + 256 GB dibanderol 7.999 yuan, 12 GB + 512 GB seharga 8.999 yuan, 16 GB + 512 GB dijual 9.999 yuan, dan 16 GB + 1 TB dipasarkan 10.999 yuan.
Untuk paket yang lebih lengkap, varian 16 GB + 1 TB Blue Hole Professional Imaging Kit dibanderol 11.999 yuan, sedangkan 16 GB + 1 TB Black Gold Professional Imaging Kit dipasarkan 12.299 yuan. Pre-order sudah dibuka dan penjualan dimulai pada 1 Juli, tetapi ketersediaan untuk pasar global dan Indonesia masih belum diumumkan.
