Pasar ponsel offline sedang memberi kejutan, bukan hanya lewat model baru yang lebih dulu terlihat di etalase, tetapi juga lewat harga flagship yang ikut melandai. Di tengah kondisi itu, Vivo X70 Pro 12/256 GB menjadi salah satu sorotan karena kini bisa dibeli Rp4.500.000, atau turun hingga Rp8 juta dari harga rilisnya.
Pergerakan harga seperti ini membuat pemburu ponsel premium punya lebih banyak pilihan. Di satu sisi, ada unit baru yang sudah beredar sebelum pengumuman resmi, sementara di sisi lain, pasar second dan like new tetap ramai oleh perangkat kelas atas dari Xiaomi, Vivo, hingga iPhone.
Flagship turun, pasar seken ikut bergerak
Penurunan paling terasa datang dari lini flagship dan kelas atas. Xiaomi 14T 12/512 GB dengan Leica Camera terpantau berada di angka Rp5.000.000, sedangkan Xiaomi 15 12/256 GB dipatok Rp9.250.000.
Di kubu Vivo dan iQOO, Vivo V40 12/256 GB dengan Zeiss Camera dijual Rp4.250.000. Sementara itu, Vivo X70 Pro 12/256 GB turun jauh hingga Rp4.500.000, menjadikannya salah satu contoh paling mencolok dari pergerakan harga di kelas premium.
Pasar second bergaransi toko juga masih aktif untuk model yang lebih terjangkau. Redmi 15C Fullset 6/128 GB dijual Rp1.750.000, lalu Redmi Note 14 5G 8/256 GB berada di angka Rp2.650.000.
Model baru yang lebih dulu tampil di toko
Di tengah ramainya pasar seken, Infinix Hot 70 justru sudah muncul lebih dulu di toko offline sebelum rilis resminya. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi spesifikasi yang terasa agresif untuk kelas harga terjangkau.
Varian RAM 6/128 GB dari Infinix Hot 70 dipasarkan sekitar Rp2.700.000. Ponsel ini memakai chipset Helio G100 Ultimate, baterai 6.000 mAh, fast charging 45W, dan layar 120 Hz.
Kehadiran lebih awal seperti ini memperlihatkan bahwa toko offline kerap bergerak cepat menghadirkan stok. Bagi pembeli, kondisi tersebut memberi kesempatan melihat langsung perangkat baru yang sudah siap dibeli tanpa harus menunggu lama.
Pilihan lain di kelas harga terjangkau sampai menengah
Di bawah Infinix Hot 70, ada Redmi 15C varian 6/128 GB yang ditawarkan Rp2.100.000. Perangkat ini mengandalkan baterai 6.000 mAh dan layar 6,9 inci, sehingga tetap menarik di segmen hemat.
Redmi 15 varian 8/128 GB juga ikut masuk radar dengan harga Rp2.500.000. Model ini dibekali Snapdragon 685, baterai 7.000 mAh, dan layar Full HD, sehingga tampil menonjol di segmen menengah-bawah.
Tecno Spark 40 Pro Plus varian 8/256 GB dipasarkan Rp2.900.000. Daya tarik utamanya ada pada layar lengkung AMOLED 1.5K yang disebut sangat jernih.
Naik ke kelas yang lebih tinggi, Infinix Note 60 Pro varian 8/256 GB dibanderol Rp4.700.000. Perangkat ini memakai Snapdragon 7S Gen 4 dan menyasar pengguna yang membutuhkan performa stabil, termasuk untuk game kompetitif.
Ponsel lipat dan iPhone tetap punya pasar
Di segmen foldable, harga yang dulu berada di kisaran Rp25 jutaan kini juga terlihat lebih rendah. Oppo Foldable 16/512 GB dan Huawei Mate X6 12/512 GB sama-sama berada di pasaran second resmi di angka Rp11.000.000-an.
Untuk pengguna Apple, pergerakan harga tetap terlihat jelas di kelas premium. iPhone Air 256 GB terpantau di Rp15.500.000, sedangkan iPhone 17 256 GB dijual Rp15.750.000.
iPhone 17 Pro Fullset Ori berada di Rp22.500.000. Unit iPhone 17 Series second eks-iBox disebut masih memiliki kondisi fisik mulus dengan Battery Health mayoritas 100 persen, sehingga pasar seken premium tetap hidup bagi pembeli yang ingin flagship dengan selisih harga lebih rendah dari unit baru.
