Baterai jumbo 10.200 mAh langsung menjadi sorotan utama saat Vivo memperkenalkan Y600 Pro untuk kelas menengah. Angka tersebut membuat perangkat ini tampil berbeda dari banyak ponsel midrange lain yang masih memakai kapasitas baterai standar.
Daya tahan besar itu tidak berdiri sendiri, karena Vivo juga membekalinya dengan perlindungan IP68 dan IP69. Kombinasi ini membuat Y600 Pro diposisikan sebagai ponsel yang tak hanya awet dipakai, tetapi juga lebih siap menghadapi debu, air, dan kondisi yang lebih berat dari penggunaan harian biasa.
Baterai besar dengan fokus ketahanan
Vivo memakai baterai semi-solid-state berkapasitas 10.200 mAh pada Y600 Pro. Teknologi ini dirancang agar baterai tetap aman dan stabil pada rentang suhu -20°C hingga 40°C.
Pabrikan juga menyebut daya tahan baterainya bisa mencapai hingga enam tahun. Informasi ini menjadi nilai jual penting bagi pengguna yang menginginkan ponsel untuk dipakai dalam jangka panjang tanpa terlalu sering memikirkan penurunan performa baterai.
Isi daya cepat tetap dipertahankan
Meski kapasitasnya sangat besar, Vivo tidak mengorbankan kepraktisan pengisian daya. Y600 Pro tetap mendukung pengisian cepat 80W yang diklaim bisa mengisi penuh dalam waktu sekitar 80 menit.
Kehadiran fitur tersebut membantu menyeimbangkan kebutuhan antara baterai berdaya tahan lama dan waktu isi ulang yang tetap masuk akal. Hal ini penting karena baterai jumbo biasanya identik dengan proses pengisian yang lebih lama.
Ketahanan fisik jadi pembeda
Salah satu sisi paling menonjol dari Y600 Pro ada pada sertifikasi IP68 dan IP69. Status itu menunjukkan perangkat ini lebih siap menghadapi paparan debu dan air, sekaligus memberi lapisan keamanan ekstra untuk situasi yang lebih menantang.
Vivo juga menyebut layar ponsel ini tetap bisa digunakan saat tangan basah. Bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau membutuhkan ponsel dengan daya tahan tambahan, fitur ini menjadi nilai pembeda yang cukup kuat di kelas menengah.
Layar besar untuk kebutuhan harian
Di bagian depan, Vivo menempatkan layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz. Panel ini juga mendukung HDR10+, warna 10-bit, gamut warna P3, serta PWM 4320Hz untuk pengalaman visual yang lebih nyaman.
Vivo turut menyematkan sertifikasi low blue light agar penggunaan layar dalam durasi panjang terasa lebih ramah di mata. Dengan karakter seperti ini, Y600 Pro jelas menyasar pengguna yang sering menonton video, membaca, atau bermain gim di ponsel.
Performa dan perangkat lunak
Untuk dapur pacu, Vivo Y600 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 7300e yang dibuat dengan fabrikasi 6nm. Chipset itu dipadukan dengan CPU octa-core, GPU Mali-G610, RAM LPDDR5, dan penyimpanan UFS 3.1.
Perangkat ini langsung menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16 saat pertama kali diaktifkan. Susunan tersebut menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya menonjolkan sisi daya tahan, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman pakai yang modern di kelasnya.
Kamera dan fitur pendukung
Di sektor kamera, Vivo menempatkan kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8 dan dukungan EIS. Pada bagian depan, tersedia kamera 32MP untuk selfie maupun video call.
Fitur lain yang ikut melengkapi perangkat ini mencakup NFC, infrared remote, speaker stereo, sensor sidik jari di dalam layar, 5G, dual SIM, Bluetooth 5.4, dan Wi-Fi 6. Kombinasi fitur tersebut membuat Y600 Pro terasa cukup lengkap untuk kebutuhan harian.
Pilihan warna dan harga
Vivo Y600 Pro hadir dalam empat warna, yaitu Floating Gold, Bright Moon Black, Vast Blue, dan Starry Purple. Untuk varian 8GB/128GB, harga yang ditawarkan mulai 2.099 yuan atau sekitar Rp 5,3 juta.
Sementara itu, varian 12GB/512GB dijual sekitar 2.899 yuan atau Rp 7,3 juta. Vivo menjadwalkan penjualan perdananya pada 5 Mei 2026 di China, dengan masa pre-order yang sudah dibuka.
Source: www.merahputih.com






