Di kelas harga Rp500 ribu, Vivo Z1 Pro bekas masih punya amunisi yang sulit ditandingi banyak HP Rp1 jutaan. Varian RAM 6 GB dan internal 128 GB ini tetap membawa Snapdragon 712 AIE, layar Full HD+, kamera ultra wide, dan kamera depan 32 MP yang kini semakin jarang hadir di ponsel murah baru.
Yang membuatnya menarik bukan hanya spesifikasi, tetapi juga posisi perangkat ini saat pertama kali meluncur. Vivo Z1 Pro dulu dijual Rp3,5 juta, sehingga paket fiturnya memang berasal dari kelas menengah, bukan dari lini entry-level yang biasa ditemui di harga serupa saat ini.
Layar yang masih terasa modern
Salah satu bagian yang masih relevan ada di sektor tampilan. Vivo Z1 Pro memakai panel IPS LCD 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel dan kerapatan 395 PPI.
Desain Ultra O Screen di sisi kiri juga membuat tampilannya lebih segar dibanding banyak ponsel murah yang masih memakai poni waterdrop. Dalam pengujian visual side-by-side, layar ini disebut masih mampu menandingi kecerahan dan ketajaman HP Rp1 jutaan terbaru seperti Redmi A Series.
Performa yang belum habis dipakai
Bagian yang paling mencuri perhatian datang dari dapur pacu. Vivo Z1 Pro mengandalkan Snapdragon 712 AIE dan mencatat skor Antutu Benchmark 397.114 poin.
Angka itu disebut nyaris menyamai performa chipset UniSOC modern kelas entri. Di harga Rp500 ribu, perangkat ini juga sudah dibekali sensor giroskop berbasis hardware, fitur yang tergolong langka bahkan di sejumlah HP Rp1,5 jutaan pada 2026.
Masih bisa untuk game ringan
Untuk penggunaan harian yang tidak terlalu berat, kemampuan itu masih terasa cukup. Saat dipakai bermain Mobile Legends, opsi pengaturan yang tersedia masih luas, mulai dari resolusi HD, frame rate Super, hingga grafis High.
Map Quality juga masih bisa diatur ke Ultra, dan permainan dilaporkan tetap terasa mulus. Meski begitu, bodi belakang mulai hangat setelah beberapa menit, jadi karakter perangkat bekasnya tetap perlu diperhitungkan.
Kamera jadi nilai jual besar
Vivo Z1 Pro juga menarik karena konfigurasi kameranya. Ponsel ini membawa AI Triple Camera dengan sensor utama 16 MP, kamera auxiliary, dan kamera ultra wide 8 MP.
Di kelas HP baru harga 1 juta sampai 2 juta, kamera ultra wide sudah semakin sulit ditemukan karena banyak produsen lebih memilih lensa macro atau depth. Kamera depan 32 MP juga menjadi nilai tambah yang kuat, terutama untuk selfie dan perekaman konten ringan.
Ada banyak kompromi dari unit bekas
Walau harganya sangat murah, kondisi fisik dan usia perangkat tetap memberi batasan. Pada unit yang ditemukan di OLX, bodi terlihat lecet dan backdoor tampak agak menganga karena baterai 5.000 mAh bawaan sudah melembung.
Dukungan perangkat lunak juga sudah berhenti, dengan sistem yang tertahan di Android 11 dan FunTouch OS lawas. Selain itu, port yang dipakai masih micro-USB, sementara sensor sidik jari masih berada di punggung belakang, bukan di sisi bodi atau di dalam layar.
Dengan kondisi seperti itu, Vivo Z1 Pro bekas Rp500 ribuan lebih cocok dipandang sebagai HP kedua untuk kebutuhan dasar, navigasi ojek online, atau game ringan. Untuk penggunaan jangka panjang tanpa banyak repot soal baterai dan dukungan aplikasi, HP baru di kelas Rp1,2 jutaan tetap terasa lebih aman.






