Volvo Dapat Lampu Hijau Di AS, Aturan Ketat Era Biden Tak Lagi Menghalangi

Author: Redaksi Android62

Volvo kini mendapat pengecualian khusus dari Departemen Perdagangan AS yang membuat kendaraan dan teknologinya lolos dari larangan yang sebelumnya mengancam pasar mobil terhubung di Amerika Serikat. Izin ini memberi ruang gerak penting bagi produsen asal Swedia itu untuk menjaga langkah bisnisnya di salah satu pasar utamanya.

Keputusan tersebut muncul setelah pembahasan antara Volvo dan pejabat AS mengenai tata kelola, teknologi, serta keamanan data Volvo Cars. Perusahaan menyebut diskusi itu berlangsung secara konstruktif dan menjadi dasar keluarnya izin khusus dari Office of Information and Communications Technology and Services.

Langkah ini menarik perhatian karena aturan yang disusun pada masa pemerintahan Biden dibuat sangat luas. Pemerintah AS ketika itu menargetkan penjualan dan impor perangkat keras maupun perangkat lunak kendaraan terhubung dari China dan Rusia dengan alasan keamanan nasional.

Cakupan aturan itu tidak terbatas pada satu jenis sistem saja. Pembatasan juga menyentuh sistem kendaraan terhubung tertentu yang dirancang, dikembangkan, diproduksi, atau dipasok oleh entitas yang memiliki hubungan dengan Republik Rakyat China atau Rusia.

Di dalamnya termasuk modul Bluetooth, seluler, satelit, dan Wi‑Fi, serta sistem mengemudi otomatis. Pemerintah AS menilai ancaman utama datang dari spionase siber China dan operasi penyusupan yang dapat membahayakan infrastruktur penting dan keselamatan publik di Amerika Serikat.

Aturan tersebut juga disusun bertahap. Pembatasan perangkat lunak dijadwalkan berlaku untuk model year 2027, sementara pembatasan perangkat keras menyusul pada model year 2030.

Bagi Volvo, izin ini berfungsi seperti waiver yang mencegah kendaraan dan teknologinya terkena larangan di bawah aturan Securing the Information and Communications Technology and Services Supply Chain: Connected Vehicles. Perusahaan menilai keputusan itu penting untuk melanjutkan rencana pertumbuhan di Amerika Serikat.

Posisi Volvo memang sensitif karena perusahaan itu dimiliki Geely dan berada di tengah hubungan yang tegang antara Beijing dan Washington. Di sisi lain, merek ini juga memiliki kepentingan besar untuk mempertahankan akses ke pasar AS.

Volvo menegaskan bahwa basis produksinya di Amerika Serikat sangat penting bagi operasional mereka. Pabrik di Charleston, South Carolina, mempekerjakan lebih dari 2.000 orang dan telah menerima investasi lebih dari $1.3 billion.

Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2017 itu saat ini merakit Volvo EX90 dan Polestar 3 untuk pasar Amerika. Produksi di lokasi tersebut juga akan bertambah, karena dua kendaraan lagi dijadwalkan dibuat di sana pada 2030.

Salah satu model yang akan masuk jalur produksi adalah XC60, yang direncanakan mulai keluar dari lini perakitan nanti tahun ini. Dengan izin khusus dari pemerintah AS, Volvo kini berada pada posisi yang lebih aman untuk menjaga aktivitas bisnis dan produksinya di tengah ketatnya pengawasan terhadap kendaraan terhubung.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru