Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta warga tidak mengubah euforia laga Persib Bandung menjadi aksi sweeping kendaraan, apalagi sampai merusak mobil di jalan. Ia menegaskan bahwa pelat nomor, termasuk plat B, tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikan atau menyakiti pengguna jalan lain.
Peringatan itu muncul di tengah suasana Bandung yang tengah bersiap menyambut momen besar bagi Persib. Tim Maung Bandung disebut tinggal selangkah lagi mengunci gelar Super League 2025/2026 saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu sore.
Rayakan dengan tertib, bukan dengan amarah
Erwan menekankan bahwa kemenangan seharusnya dibawa ke ruang syukur, bukan dikeluarkan sebagai pelampiasan emosi di jalanan. Ia meminta Bobotoh menjaga ketertiban agar perayaan tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain.
Menurut dia, euforia juara harus tetap dibarengi rasa tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa aksi yang mengganggu pengguna jalan lain atau merusak fasilitas umum hanya akan mencoreng suasana kegembiraan yang mestinya dirayakan bersama.
Sweeping pelat B tak bisa dibenarkan
Sorotan utama Erwan tertuju pada kebiasaan sweeping kendaraan yang kerap muncul saat perayaan sepak bola. Ia menolak keras tindakan menghentikan, memukul kaca, menendang, atau merusak kendaraan hanya karena memakai pelat luar daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa pelat nomor tidak otomatis menunjukkan siapa pemilik kendaraan itu. Karena itu, kendaraan berpelat luar Bandung tidak layak menjadi sasaran hanya karena momen perayaan tengah memanas.
Dalam penjelasannya, Erwan menegaskan bahwa banyak warga Bandung juga menggunakan plat B. Dengan alasan itu, sweeping kendaraan atas dasar pelat nomor tidak punya pembenaran dan justru berisiko merugikan sesama.
Tamu dari luar daerah harus dihormati
Selain meminta Bobotoh menahan diri, Erwan juga menyoroti sikap terhadap orang-orang yang datang ke Bandung saat suasana juara bergulir. Ia menyebut warga dari luar daerah perlu diperlakukan sebagai tamu yang patut dihormati.
Ia mencontohkan bahwa sekalipun ada warga Jakarta yang datang ke Bandung, mereka tetap harus disambut baik sebagai tamu. Erwan mengingatkan bahwa tuan rumah seharusnya menjaga sikap dan tidak menjadikan pendatang sebagai sasaran amarah di jalan.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang dari luar daerah mendukung tim lawan. Ada pula warga Jakarta yang mendukung Persib, sehingga penilaian berdasarkan asal daerah saja tidak tepat.
Euforia boleh besar, tetapi Jawa Barat harus tetap kondusif
Di tengah rencana konvoi juara yang disebut muncul pada Minggu, Erwan meminta masyarakat tetap menjaga kekondusifan Jawa Barat. Ia ingin suasana perayaan tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu warga lain.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa kemenangan besar akan lebih bermakna jika dirayakan tanpa anarkis. Menurut Erwan, Persib boleh saja mendekati gelar, tetapi kendali diri dan rasa saling menghormati tetap harus dijaga di jalanan Bandung maupun wilayah Jawa Barat.
Source: www.detik.com






