Warhorse Studios sedang menempatkan dua RPG open world besar di jalur pengembangan secara bersamaan, dan salah satunya adalah game berlatar Middle-earth yang disebut sebagai proyek penuh hasrat. Di saat yang sama, studio ini juga menyiapkan kelanjutan Kingdom Come, sehingga fokus Warhorse kini terbagi ke dua arah besar yang sama-sama menyita perhatian.
Kabar ini menjadi menonjol karena Warhorse sudah lama dikenal lewat Kingdom Come: Deliverance dan sekuelnya. Reputasi mereka dibangun dari dunia terbuka yang reaktif dan sistem permainan yang padat, jadi keterlibatan studio ini dengan dunia The Lord of the Rings langsung memunculkan ekspektasi tinggi dari para penggemar RPG.
Dua proyek besar berjalan paralel
Communications director Warhorse, Tobias Stolz-Zwilling, menjelaskan dalam livestream komunitas lanjutan bahwa ada dua game open world yang sedang dikerjakan. Ia juga memaparkan pembagian tim di dalam studio agar kedua proyek tersebut bisa terus berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.
Untuk jalur Kingdom Come, Prokop Jirsa yang menjabat creative director Kingdom Come: Deliverance 2 akan memimpin game ketiga. Sementara itu, Viktor Bocan, design director KCD2, dipercaya menangani proyek Middle-earth.
Stolz-Zwilling juga menyebut bahwa game Kingdom Come berikutnya masih ditargetkan hadir pada “next fiscal year”. Ia menambahkan bahwa pemain tidak perlu menunggu tujuh tahun lagi untuk mendapatkan Kingdom Come selanjutnya.
Middle-earth sebagai proyek yang benar-benar ingin dibuat
Sorotan terbesar justru datang dari cara Warhorse membicarakan RPG The Lord of the Rings itu. Stolz-Zwilling mengatakan studio memiliki tim yang siap menjelajahi dunia tersebut dan menegaskan bahwa proyek ini adalah “an absolute passion project”.
Pernyataan itu penting karena ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pekerjaan pesanan. Warhorse, menurut Stolz-Zwilling, bukan “hired sword” yang hanya mengerjakan instruksi pihak lain, melainkan tim yang membuat game sesuai visi mereka sendiri.
Ciri khas Warhorse tetap dibawa
Walau masuk ke dunia fantasi ikonik, Warhorse disebut tetap mempertahankan pendekatan yang khas. Stolz-Zwilling menyebut ada “a very specific Warhorse way” dalam cara studio memahami dan meracik RPG, terutama lewat reaktivitas dunia terbuka dan mekanik berbasis sistem yang kompleks.
Dua hal itu memang menjadi elemen yang membuat seri Kingdom Come menonjol di genre RPG. Karena itu, kehadiran Warhorse di Middle-earth memicu rasa penasaran apakah formula yang sama akan dibawa ke dunia The Lord of the Rings.
Stolz-Zwilling bahkan menyatakan keinginannya agar Warhorse menjadi “the new kings of RPGs” dan tetap berdiri di belakang pernyataan itu. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap kemampuan studio ikut mendorong antusiasme besar terhadap kabar proyek baru ini.
Gambaran dunia yang ingin dihadirkan
Untuk proyek The Lord of the Rings tersebut, Stolz-Zwilling memberi gambaran yang cukup jelas. Ia menyebut game itu akan terasa sangat imersif, dengan “a living world”, karakter yang menarik, lokasi-lokasi yang mudah diingat, serta penekanan narasi yang kuat.
Deskripsi itu menunjukkan bahwa Warhorse tidak hanya mengandalkan daya tarik nama besar Middle-earth. Studio ini tampaknya ingin menghadirkan dunia fantasi yang hidup sekaligus tetap memiliki kedalaman cerita, sesuai pendekatan yang selama ini melekat pada karya mereka.
Di sisi lain, Embracer Group sebagai perusahaan induk yang menaungi Deep Silver dan Warhorse Studios sebelumnya juga mengungkap bahwa game Kingdom Come berikutnya dijadwalkan meluncur pada “next fiscal year”. Dengan satu proyek sudah mengarah ke rilis dan satu lagi digambarkan sebagai passion project, Warhorse kini berada di fase yang sangat ambisius dalam sejarah studionya.







