Film Warkop DKI: Viralin Doooong..!! membawa Dono, Kasino, dan Indro ke dunia konten kreator yang sedang ramai diperbincangkan. Di tengah upaya mencari jalan cepat untuk keluar dari masalah ekonomi, trio legendaris itu justru terjebak dalam rencana yang berubah menjadi kekacauan besar.
Kisahnya berangkat dari ambisi mereka mengejar perhatian publik lewat konten yang dianggap bisa menarik penonton. Terinspirasi dari popularitas selebritas media sosial, mereka mencoba berbagai cara untuk membuat video yang memikat, tetapi hampir semua upaya itu berakhir gagal.
Horor palsu yang berubah jadi masalah nyata
Kasino kemudian mengusulkan ide yang dinilai paling menjanjikan, yakni menggabungkan horor dan drama keluarga dalam satu video yang dibuat seolah-olah nyata. Dalam konsep itu, mereka berangkat ke sebuah desa di pulau terpencil untuk menjalankan proyek video horor bohongan.
Indro diposisikan sebagai perantau yang pulang kampung dan dihantui arwah leluhur. Namun, rencana yang semula hanya untuk kepentingan konten berubah kacau ketika gangguan mistis benar-benar muncul dan meneror mereka.
Teror arwah penasaran itu terus mengikuti ke mana pun mereka pergi. Untuk menghentikannya, mereka harus mengungkap kisah tragis di balik masa lalu para arwah tersebut.
Warkop klasik dibawa ke kebiasaan penonton masa kini
Pendekatan cerita ini membuat komedi khas Warkop hadir dalam konteks yang dekat dengan kehidupan digital saat ini. Obsesi untuk viral dan dorongan mencari penghasilan instan menjadi bagian penting dari konflik yang diangkat dalam film ini.
Dengan latar seperti itu, film ini menawarkan perpaduan humor slapstick dan situasi absurd yang menjadi ciri Warkop. Di saat yang sama, ceritanya tetap menyoroti fenomena media sosial yang akrab bagi penonton lama maupun generasi baru.
Pemain lama, wajah baru, dan deretan pendukung
Salah satu perhatian besar dalam film ini adalah Deddy Mahendra Desta yang memerankan Dono. Kehadirannya memberi warna baru pada seri Warkop DKI Reborn sekaligus memunculkan nuansa nostalgia.
Vino G. Bastian kembali sebagai Kasino dan Tora Sudiro tetap memerankan Indro. Ketiganya menjaga kontinuitas karakter utama yang sudah dikenal dalam seri sebelumnya.
Jajaran pemain pendukung diisi oleh Indro Warkop, Marsha Timothy, Asri Welas, Indy Barends, Ivan Gunawan, Andre Taulany, Dicky Difie, Fuad Idris, Chika Waode, dan Inggrid Widjanarko. Film garapan Herwin Novianto ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026.
Source: lifestyle.bisnis.com






