Waymo dan Tesla Perluas Robotaxi di Amerika, Nasib Driver Online Kian Tertekan

Author: Redaksi Android62

Ekspansi robotaxi di Amerika Serikat bergerak makin cepat dan mulai memberi tekanan nyata pada driver online. Layanan tanpa sopir yang semula identik dengan uji coba kini sudah hadir di sejumlah kota besar, sehingga persaingan di industri transportasi berbasis aplikasi ikut berubah.

Waymo milik Alphabet dan Tesla milik Elon Musk menjadi dua nama yang paling menonjol dalam pergeseran ini. Kehadiran mereka membuat kebutuhan terhadap pengemudi manusia berpotensi menyusut, terutama ketika kendaraan dapat beroperasi tanpa pengawas di kursi depan.

Tesla menambah jangkauan di Texas

Tesla baru saja mengumumkan layanan robotaxi telah diluncurkan di Dallas dan Houston. Dalam unggahan perusahaan yang dikutip Tech Crunch, Tesla juga menampilkan video singkat berdurasi 14 detik yang memperlihatkan mobil tanpa pengawas atau pengemudi manusia di kursi depan.

Sebelum dua kota itu masuk daftar, Tesla sudah lebih dulu lebih dulu membuka layanan serupa di Austin. Perusahaan tersebut juga mulai menawarkan perjalanan tanpa pengemudi sejak awal tahun ini, sehingga kehadiran robotaxi Tesla di Texas kini mencakup tiga kota.

Selain di Texas, Tesla juga sudah beroperasi di wilayah San Fransisco Bay Area. Namun layanan di kawasan itu masih menggunakan pengemudi manusia, sehingga model operasinya belum sepenuhnya otonom.

Waymo memperluas pasar lebih agresif

Langkah Tesla berjalan beriringan dengan ekspansi Waymo yang juga kian luas di Amerika Serikat. Layanan milik Alphabet, induk Google, kini tersedia di beberapa kota seperti Dallas, Houston, San Antonio, dan Orlando.

Waymo juga sempat bekerja sama dengan Uber untuk membuka layanan di Austin tahun lalu. Pola ini memperlihatkan bahwa pasar robotaxi di Amerika Serikat semakin ramai dan tidak lagi hanya berpusat pada satu pemain besar.

Sejumlah perusahaan lain pun ikut membidik peluang yang sama. Zoox milik Amazon, Waabi, dan Nuro disebut berencana meluncurkan layanan robotaxi komersial di negara tersebut.

Posisi driver online ikut tertekan

Perluasan robotaxi membuat posisi driver online menghadapi tantangan baru. Ketika kendaraan bisa bergerak tanpa sopir, kebutuhan terhadap tenaga pengemudi manusia dalam sebagian layanan transportasi dapat berkurang cukup jauh.

Kondisi itu menjadi perhatian karena perkembangan serupa sebelumnya juga pernah dibicarakan di China. Kini, situasi di Amerika Serikat terasa semakin relevan karena ekspansi berlangsung cepat dan didukung perusahaan teknologi besar dengan modal kuat.

Dampaknya bukan hanya pada cara orang bepergian, melainkan juga pada struktur kerja di sektor transportasi. Jika layanan tanpa sopir terus meluas, tekanan terhadap pengemudi aplikasi berpotensi semakin besar.

Sorotan keselamatan masih membayangi

Di tengah ekspansi tersebut, isu keselamatan belum hilang dari perbincangan. Tesla tercatat terlibat dalam 14 kali kecelakaan sejak diluncurkan di Austin.

Waymo juga menghadapi sorotan setelah otoritas keselamatan lalu lintas Amerika Serikat membuka penyelidikan atas insiden kendaraan otonom Waymo yang menabrak seorang anak di Santa Monica, California. Dalam peristiwa itu, korban mengalami luka ringan.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kendaraan otonom masih harus membuktikan keamanan di lapangan. Meski teknologi terus berkembang dan layanan makin mudah ditemukan, regulator dan publik tetap menuntut bukti bahwa robotaxi bisa beroperasi secara aman sebelum benar-benar menggantikan peran pengemudi manusia secara luas.

Pergerakan cepat robotaxi di Amerika Serikat kini menempatkan Waymo dan Tesla di garis depan persaingan transportasi masa depan. Di saat layanan tanpa sopir makin dekat dengan penggunaan sehari-hari, driver online harus menghadapi pasar yang berubah lebih cepat dari sebelumnya.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru