Wembanyama Tahan Spurs Tetap Hidup, Knicks Gagal Amankan Final Di Kandang Sendiri

Victor Wembanyama kembali jadi pusat perhatian di Madison Square Garden. Ia menutup gim ketiga Final NBA 2026 dengan 32 poin, delapan rebound, dan enam assist saat San Antonio Spurs menang 115-112 atas New York Knicks dan memperkecil kedudukan seri menjadi 1-2.

Kemenangan itu terasa sangat penting bagi Spurs karena mereka datang dengan tekanan besar setelah tertinggal 0-2. Hasil di kandang Knicks menjaga peluang juara tetap terbuka, sekaligus mengubah suasana seri yang sebelumnya lebih menguntungkan tim tuan rumah.

Wembanyama memimpin dari awal hingga akhir

Spurs langsung mengambil inisiatif sejak tip off. Mereka membuka laga dengan laju 7-0, dan Wembanyama segera menjadi pusat serangan dengan sembilan poin dalam lima menit pertama.

Start cepat itu membuat Spurs sempat unggul 24-13 dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 33-22. Pada fase awal ini, mereka terlihat lebih lepas dan mampu mengendalikan tempo di tengah tekanan besar dari penonton tuan rumah.

Wembanyama kemudian mempertahankan pengaruhnya sampai menit-menit terakhir. Catatan 32 poin yang ia bukukan juga menempatkannya dalam daftar langka, karena ia menjadi pemain termuda kedua setelah Magic Johnson yang mampu mencetak setidaknya 30 poin, lima rebound, dan lima assist dalam satu laga Final NBA.

Knicks sempat membalikkan keadaan

New York tidak tinggal diam setelah tertinggal di awal pertandingan. Mereka membalas di kuarter kedua dengan 11 poin beruntun dan memaksa Spurs hanya mencetak dua poin dalam rentang yang sama.

Kebangkitan itu sempat mengubah arah laga. Knicks berbalik memimpin 40-38 dan lalu menjauh 49-44 saat kuarter kedua tersisa lima menit, sebelum akhirnya menutup paruh pertama dengan keunggulan 64-57.

Di sisi Knicks, OG Anunoby dan Jalen Brunson sudah tampil efektif sejak awal. Anunoby mengumpulkan 17 poin, sedangkan Brunson mencatat 15 poin sebelum turun minum.

Momentum bergeser di kuarter ketiga

Setelah jeda, Knicks masih sempat mempertahankan kendali di awal kuarter ketiga. Namun Spurs perlahan menemukan ritme mereka lagi dan mulai memangkas selisih angka secara bertahap.

Saat kuarter ketiga menyisakan tujuh menit, Spurs mempersempit jarak menjadi 69-71. Mereka lalu makin dekat saat skor berubah menjadi 80-81 dengan waktu empat menit tersisa, sebelum kesalahan beruntun dari pemain tuan rumah membuka jalan bagi kebangkitan tim tamu.

Dalam fase itu, Spurs mengoleksi 19 poin dan berbalik unggul 92-91 saat kuarter ketiga berakhir. Dari titik itu, permainan mereka terlihat lebih tenang ketika memasuki kuarter penentuan.

Akhir pertandingan berlangsung menegangkan

Spurs sempat unggul enam angka ketika papan skor menunjukkan 108-102 dengan waktu kurang dari tiga menit. Meski begitu, laga belum benar-benar aman karena Knicks terus menekan sampai detik-detik akhir.

Dalam 30 detik terakhir, Jalen Brunson, OG Anunoby, dan De’Aaron Fox sama-sama membalas lewat tembakan tiga angka. Situasi itu sempat membuat pertandingan kembali panas, tetapi Spurs tetap mampu menjaga keunggulan sampai buzzer berbunyi.

Stephon Castle juga memberi kontribusi penting bagi San Antonio dengan 23 poin. Duetnya bersama Wembanyama membantu Spurs bertahan saat tekanan Knicks semakin besar di fase penentu.

Knicks masih punya peluang, tetapi tugas mereka kini lebih berat

Brunson menutup laga dengan 32 poin, sementara Anunoby menambah 28 poin untuk Knicks. Performa keduanya tetap kuat, tetapi belum cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan di kandang sendiri.

Gim keempat akan kembali digelar di markas Knicks pada Kamis (11/6) pagi WIB. Spurs kini membawa modal kemenangan penting, sementara Knicks harus segera merespons jika tidak ingin posisi mereka di Final NBA 2026 semakin terjepit.

Berita Terkait