Pelayanan publik di Kabupaten Musi Rawas tetap disiagakan meski sebagian aparatur sipil negara kembali bekerja dari rumah setelah libur Idul Adha 1447 Hijriyah. Di tengah pola kerja campuran itu, unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diminta hadir di kantor agar urusan warga tidak tertunda.
Pada Jumat 29 Mei 2026, skema kerja antara rumah dan kantor terlihat berjalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Sebagian ASN menjalankan tugas dari rumah, sementara sebagian lain tetap bertugas melalui pola kerja di kantor.
Penerapan pembagian kerja ini dibuat agar aktivitas pemerintahan tidak berhenti. ASN yang berada di rumah tetap terhubung dengan agenda kerja melalui rapat daring, sedangkan unit pelayanan tertentu tetap menjaga kehadiran fisik di kantor.
Kepala Diskominfotiksan Kabupaten Musi Rawas, Febrian Saputra, membenarkan bahwa skema tersebut memang diterapkan. Ia menyebut para ASN telah mengikuti zoom meeting pada pagi hari sebagai bagian dari pelaksanaan WFH.
Di sisi pelayanan, pemerintah daerah memastikan layanan yang berhubungan langsung dengan warga tetap dibuka melalui WFO. Salah satu unit yang tetap masuk kantor adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Musi Rawas.
Disdukcapil menjadi salah satu instansi yang disiapkan untuk tetap melayani masyarakat tanpa hambatan. Tim di dinas tersebut juga disebut siap memberikan layanan kepada warga Musi Rawas pada hari yang sama.
Pembagian tugas antara WFH dan WFO menunjukkan adanya penyesuaian antara kebutuhan kerja internal dan kebutuhan layanan publik. Pemkab Musi Rawas menempatkan pegawai yang bisa bekerja dari rumah agar tetap aktif secara daring, sementara petugas layanan langsung tetap hadir di kantor.
Febrian menegaskan kesiapsiagaan ASN Pemkab Musi Rawas dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa layanan ASN akan memudahkan urusan warga di daerah tersebut.
Skema ini sekaligus menjaga ritme kerja pemerintahan tetap berjalan setelah libur Idul Adha. Aktivitas administrasi internal tetap berlangsung, sementara warga yang membutuhkan layanan kependudukan masih bisa datang ke unit yang tetap dibuka.







