Dua sinyal on-chain membuat pergerakan Dogecoin terlihat lebih kuat dibanding pasar kripto yang masih melemah. Tekanan beli dari pemilik besar dan lonjakan transaksi bernilai besar menjadi petunjuk bahwa reli DOGE tidak berdiri sendiri.
Di saat pasar kripto yang lebih luas terkoreksi 0,7% dalam periode sepekan, Dogecoin justru naik lebih dari 11%. Kenaikan itu sempat membawa DOGE ke level tertinggi dalam 10 minggu pada Rabu, sebelum diperdagangkan di $0,109 setelah menguat 2,4% dalam sehari berdasarkan data BeInCrypto Markets.
Lonjakan transaksi besar jadi perhatian utama
Salah satu data yang paling menonjol datang dari aktivitas whale yang meningkat tajam. Firma analitik on-chain Santiment mencatat transaksi besar Dogecoin mencapai level tertinggi dalam enam bulan.
Dalam satu hari, ada 739 transfer bernilai $100.000 atau lebih. Jumlah ini memberi gambaran bahwa perpindahan dana besar ikut mengiringi penguatan harga DOGE, bukan hanya didorong transaksi kecil dari pasar ritel.
Pola seperti itu kerap dianggap penting karena transaksi bernilai besar biasanya mencerminkan keputusan dari pemegang modal signifikan. Saat volume transfer besar naik bersamaan dengan kenaikan harga, pasar cenderung membaca ada dukungan yang lebih serius di balik reli tersebut.
Dompet besar ikut menambah bobot akumulasi
Sinyal kedua datang dari sisi kepemilikan. Sebanyak 149 wallet yang masing-masing menyimpan 100 juta DOGE atau lebih kini menguasai 108,52 miliar DOGE.
Nilai kepemilikan itu setara sekitar $11,6 miliar. Angka ini menunjukkan konsentrasi aset yang cukup besar di tangan dompet-dompet utama, sehingga akumulasi tidak hanya terlihat pada aktivitas harian, tetapi juga pada posisi kepemilikan yang lebih tahan lama.
Santiment menilai penguatan DOGE dalam beberapa hari terakhir tidak muncul secara kebetulan. Dalam unggahan di X, firma itu menyebut kenaikan sekitar 14% dalam 10 hari terakhir “sangat mungkin bukan kebetulan” karena sejalan dengan lonjakan transfer besar dan bertambahnya akumulasi.
Mengapa pasar membaca reli ini lebih terarah
Gabungan dua data tersebut membuat kenaikan Dogecoin tampak lebih terstruktur. Reli yang ditopang transaksi besar dan konsentrasi kepemilikan biasanya dinilai berbeda dari lonjakan sesaat yang hanya dipicu sentimen singkat.
Dengan kata lain, data on-chain memberi sinyal bahwa ada modal yang cukup kuat di balik penguatan DOGE. Kondisi ini membuat pasar melihat kenaikan Dogecoin sebagai pergerakan yang memiliki fondasi lebih jelas dibanding reli spekulatif biasa.
Meski begitu, arah selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah akumulasi whale masih berlanjut. Selama tekanan beli dari dompet besar belum melemah, DOGE masih berpeluang memperoleh dorongan tambahan dalam beberapa pekan mendatang.
Ruang penguatan itu juga bisa bertahan lebih lama jika sentimen pasar kripto yang lebih luas mulai stabil. Dalam situasi seperti itu, dua data on-chain tadi akan tetap menjadi acuan penting untuk menilai apakah Dogecoin masih punya tenaga atau mulai kehilangan momentum.







