Microsoft mulai menata ulang Windows 11 Insider Program agar pengujian fitur terasa lebih mudah dibaca dan lebih terkendali. Perubahan ini juga mengurangi ketergantungan pada alat pihak ketiga seperti ViveTool untuk membuka fitur eksperimental.
Inti pembaruan ada pada penyederhanaan jalur uji coba dan pemindahan kontrol fitur langsung ke Settings. Bagi pengguna yang selama ini merasa struktur Insider terlalu rumit, perubahan ini membuat pilihan pengujian menjadi lebih jelas sejak awal.
Microsoft kini menyusun program Insider ke dalam tiga pengalaman utama, bukan lagi empat kanal lama. Tiga jalur itu adalah Experimental, Beta, dan Release Preview.
Experimental menjadi jalur paling baru dan paling berisiko. Jalur ini mengambil alih peran Canary dan Dev dari struktur lama, sehingga pengguna yang ingin mencoba perubahan paling awal akan diarahkan ke sana.
Beta tetap diposisikan sebagai pilihan yang lebih aman untuk penguji awal. Kanal ini mirip dengan Beta Channel sebelumnya, tetapi fitur yang diumumkan Microsoft akan aktif secara default.
Release Preview masih tersedia, tetapi tidak muncul langsung di pilihan utama. Pengguna perlu menampilkannya terlebih dahulu lewat Advanced Options sebelum bisa memilih jalur tersebut.
Perubahan lain yang menonjol adalah hadirnya Feature flags di Windows Insider Program. Lewat halaman ini, pengguna bisa mengelola fitur eksperimental tanpa harus membuka fitur menggunakan ViveTool.
Microsoft juga menambahkan Advanced Options untuk memilih versi Windows yang ingin diuji. Saat ini opsi yang tersedia mencakup 25H2, 26H1, dan Feature Platforms.
Feature Platforms menggantikan versi Dev di bagian pilihan versi tersebut. Jalur ini berisi perubahan yang paling eksperimental dan tidak terikat pada rilis Windows tertentu.
Di jalur Experimental, pengguna bisa menyalakan atau mematikan fitur yang sudah diumumkan Microsoft melalui Feature flags. Namun, fitur yang belum siap untuk preview tetap memerlukan ViveTool jika ingin ditemukan dan diaktifkan.
Untuk masuk ke jalur Experimental, pengguna harus membuka Settings > Windows Update > Windows Insider Program. Setelah itu, pilih Experimental pada bagian Select your experience, lalu tentukan versi di Advanced Options dan unduh preview build terbaru.
Perpindahan dari Experimental ke Beta juga dibuat lebih sederhana. Microsoft memungkinkan perpindahan itu lewat in-place upgrade yang tetap menjaga file pengguna.
Langkah pindahnya tetap dimulai dari menu Settings > Windows Update > Windows Insider Program. Pengguna memilih Beta di Select your experience, lalu memilih versi di Advanced Options jika ingin mengganti versi Windows juga.
Release Preview kini harus diaktifkan secara manual lewat Advanced Options. Pengguna perlu menyalakan toggle Show Release Preview, lalu memilih Release Preview di Select your experience.
Pada jalur ini, pengguna akan menerima build Windows yang nyaris selesai. Jalur tersebut cocok bagi mereka yang ingin mencoba rilis yang lebih matang tanpa masuk ke pengujian yang paling agresif.
Microsoft juga masih memindahkan pengguna lama ke struktur baru secara bertahap. Selama masa transisi, perangkat yang sudah terdaftar akan dialihkan ke Beta atau Experimental tanpa mengubah versi OS yang dipakai.
Perangkat di Dev Channel akan dipindahkan ke Experimental untuk versi 25H2. Sementara itu, perangkat di Canary Channel dengan build seri 28000 akan masuk ke Experimental untuk 26H1, sedangkan Canary seri 25900 akan pindah ke Experimental untuk Feature Platform version.
Ada satu pengecualian penting yang perlu diperhatikan. Jika pengguna ingin memakai Feature Platforms, instalasi bersih tetap dibutuhkan karena versi ini tidak sejalan dengan platform Windows saat ini.
Dengan susunan baru ini, program Insider menjadi lebih mudah dipahami oleh pengguna yang ingin menyesuaikan tingkat risiko dan jenis build yang diterima. Experimental tetap menjadi jalur paling berisiko, sementara Beta masih menjadi pilihan yang lebih praktis bagi banyak pengguna.







