Wuling menyiapkan Aira EV sebagai penantang baru di segmen mobil listrik kompak Indonesia, dengan bekal yang langsung menonjol di atas kertas: empat pintu dan jarak tempuh hingga 301 kilometer. Model ini dijadwalkan meluncur di GIIAS 2026 dan diposisikan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan yang menuntut kepraktisan lebih baik.
Format empat pintu menjadi pembeda utama Aira EV dari Wuling Air ev yang selama ini dikenal lebih ringkas. Akses kabin yang lebih mudah membuat model baru ini terasa lebih relevan bagi konsumen yang ingin mobil listrik kecil, tetapi tetap nyaman dipakai setiap hari.
Dimensi Lebih Panjang, Tampilan Dibuat Lebih Bulat
Secara ukuran, Aira EV mencatat panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.190 mm. Angka tersebut membuatnya lebih panjang dibandingkan Wuling Air ev yang berada di kisaran 2.974 mm.
Dari sisi desain, Wuling memilih bentuk membulat pada hampir seluruh bodi. Lampu utama dan lampu belakang yang sama-sama berbentuk lingkaran memperkuat kesan modern sekaligus futuristis.
| Model | Dimensi Utama | Konfigurasi |
|---|---|---|
| Wuling Aira EV | 3.268 x 1.520 x 1.575 mm, wheelbase 2.190 mm | 4 pintu |
| Wuling Air ev | Lebih pendek, sekitar 2.974 mm | 2 pintu |
Kabin Dibuat Lebih Fungsional untuk Aktivitas Harian
Masuk ke interior, Aira EV mengusung perpaduan warna cokelat dan krem pada dashboard, door trim, hingga jok. Material plastik keras dan jok kain tetap dipertahankan sebagai penyesuaian segmen, tetapi tata letaknya dirancang agar tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk hiburan dan konektivitas, mobil ini memakai head unit 10,1 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Pengguna juga dapat terhubung ke mobil melalui aplikasi khusus untuk mengakses berbagai fungsi kendaraan dengan lebih praktis.
Rincian Baterai Jadi Modal Utama
Salah satu daya tarik terbesar Aira EV terletak pada pilihan baterainya. Wuling menyiapkan dua kapasitas, yakni 16,2 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 205 kilometer dan 25,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer menurut standar CLTC.
Di balik itu, Aira EV tetap memakai skema penggerak Rear Wheel Drive seperti Air ev. Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 40 dk, cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di kawasan perkotaan.
| Varian Baterai | Kapasitas | Jarak Tempuh |
|---|---|---|
| Varian 1 | 16,2 kWh | Hingga 205 km |
| Varian 2 | 25,1 kWh | Hingga 301 km |
Pengemudi juga mendapat tiga mode berkendara, yaitu ECO, Standard, dan Sport. Ketiganya disiapkan untuk menyesuaikan karakter akselerasi sekaligus efisiensi energi sesuai kondisi lalu lintas.
Fitur Keselamatan Dasar Tetap Disediakan
Dari sisi keselamatan, Aira EV belum dibekali Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS. Meski begitu, Wuling tetap menyertakan Electronic Parking Brake dengan Auto Hold, Electronic Stability Control, dan Dual SRS Airbag.
Dengan paket tersebut, Aira EV diposisikan sebagai mobil listrik perkotaan yang menonjolkan kepraktisan, konektivitas, dan efisiensi. Haloyouth menyebut model ini hadir untuk melengkapi lini kendaraan listrik Wuling sekaligus menjangkau konsumen yang menginginkan kabin lebih lega tanpa meninggalkan karakter ringkas.
Jika benar meluncur di GIIAS 2026, Aira EV berpotensi memperketat persaingan di segmen mobil listrik ringkas Indonesia. Kombinasi empat pintu, dua pilihan baterai, dan desain modern menjadi modal awal yang paling kuat untuk menarik perhatian pasar.







