Wuling EV kembali menarik perhatian setelah unit display-nya terlihat di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat. Kemunculan ini memunculkan dugaan bahwa model tersebut tengah disiapkan untuk pasar Indonesia, meski Wuling Motors Indonesia belum memberi keterangan resmi.
Yang paling disorot dari mobil ini adalah posisinya di segmen mobil listrik kompak dengan estimasi harga di bawah Rp200 juta. Jika proyeksi itu benar, maka persaingan di kelas city EV murah berpotensi semakin padat.
Kabin dan dimensi yang lebih lapang
Model ini sebelumnya sudah ramai dibicarakan sebagai bentuk baru dari Air ev untuk Indonesia. Di Tiongkok, mobil yang dikaitkan dengan model tersebut dikenal sebagai Hongguang Mini EV.
Secara ukuran, varian lima pintu punya panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.575 mm, dengan wheelbase 2.190 mm. Varian tiga pintu sedikit lebih pendek, yakni 3.043 mm, dengan lebar 1.520 mm dan tinggi 1.590 mm, serta jarak sumbu roda 1.965 mm.
Dimensi itu memberi indikasi ruang kabin yang lebih lega dibanding Air ev. Keterangan foto yang beredar juga menegaskan bahwa ruang dalam mobil ini dibuat lebih luas.
Desain “sweet square” dan pembaruan interior
Dari sisi tampilan, mobil ini mengusung konsep “sweet square” yang memadukan bentuk boxy dan elemen membulat. Ciri itu terlihat pada lampu utama LED berbentuk bulat, desain spion, dan beberapa detail dekoratif di bodi.
Wuling juga menyiapkan tiga pilihan warna eksterior baru dengan proses pengecatan delapan lapis. Pada bagian kabin, nuansa dua warna cokelat dan putih pada jok memberi kesan lebih segar untuk sebuah city EV listrik.
Dashboard mendapat redesain dengan ruang penyimpanan yang lebih fleksibel. Tuas transmisi dipindahkan ke kolom setir sehingga area konsol tengah terasa lebih lega.
Layar sentuh 10,1 inci menjadi pusat infotainment dengan antarmuka baru dan menu kontrol drop-down. Fitur konektivitas juga memungkinkan pengguna mengatur kendaraan dari jarak jauh melalui aplikasi ponsel, termasuk menjadwalkan waktu menyalakan mobil dan mengatur AC.
Sistem infotainment tersebut direncanakan mendukung Apple CarPlay, Huawei HiCar, dan CarLink lewat pembaruan over-the-air. Fitur keyless entry dan start juga sudah tersedia.
Performa, baterai, dan jarak tempuh
Untuk varian lima pintu, mobil ini dibekali motor listrik dengan tenaga puncak 41 daya kuda. Akselerasi 0-50 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 4,56 detik.
Pilihan jarak tempuh tersedia dalam dua versi berdasarkan standar CLTC, yakni 205 km dan 301 km. Konsumsi energinya disebut 8,9 kWh per 100 km, sehingga mobil ini diarahkan untuk kebutuhan harian perkotaan.
Baterai yang digunakan adalah lithium iron phosphate atau LFP. Jenis baterai ini umum dipakai pada kendaraan listrik kompak karena dikenal efisien dan sesuai untuk penggunaan rutin.
Harga di Tiongkok dan peluang pasar Indonesia
Di pasar Tiongkok, mobil ini disebut punya kisaran harga 44.800 sampai 54.800 Yuan. Jika dirupiahkan secara kasar, angka itu setara sekitar Rp95 juta hingga Rp119 jutaan.
Nominal tersebut tidak bisa langsung dijadikan patokan harga Indonesia, tetapi menjadi dasar mengapa estimasi banderol lokal di bawah Rp200 juta dianggap masih masuk akal. Di segmen yang sama, model ini berpotensi bersaing dengan DFSK Seres E1, Changan Lumin, dan Chery Q.
Hingga kini, arah pemasaran resminya di Indonesia masih menunggu penjelasan dari Wuling Motors Indonesia. Namun, kemunculan unit bernama Wuling EV di Jakarta sudah cukup untuk membuat pasar mobil listrik mungil kembali mendapat sorotan.
Source: otodriver.com






