Xi Jinping Bahas Akses Sungai Tumen di Pyongyang, Hubungan China-Korut Kian Erat

Di tengah kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang, perhatian tidak hanya tertuju pada upacara dan jamuan kenegaraan, tetapi juga pada isyarat strategis yang menyertai pertemuan itu. Salah satu yang mencuat adalah kepentingan China atas Sungai Tumen, jalur yang punya arti penting bagi akses Beijing di kawasan timur laut Asia.

Kunjungan ini berlangsung saat hubungan China dan Korea Utara kembali menunjukkan kehangatan. Di saat yang sama, Beijing tampak ingin menegaskan kembali pengaruhnya di Pyongyang sambil menjaga kepentingan kawasan perbatasan yang lebih luas.

Sambutan meriah di ibu kota Korea Utara

Kementerian Luar Negeri China menggambarkan suasana menuju Mokran House berlangsung meriah. Warga Korea Utara disebut berbaris di sepanjang jalan dengan pakaian tradisional untuk menyambut iring-iringan kendaraan tamu.

Xi datang bersama istrinya, Peng Liyuan, sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju, menyambut langsung sebelum keempatnya berfoto bersama di hadapan para pejabat Korea Utara yang memberi penghormatan.

Pesan tentang hubungan yang memasuki fase baru

Dalam jamuan makan malam itu, Xi menegaskan bahwa hubungan China dan Korea Utara berdiri di atas ikatan yang ia sebut berbagi gunung, sungai, dan nasib yang sama. Ia mengaitkan hubungan itu dengan peringatan 65 tahun penandatanganan Traktat Persahabatan, Kerja Sama, dan Saling Membantu China-Korea Utara.

Xi menyebut hubungan kedua negara kini berada pada titik awal historis yang baru setelah mencapai konsensus penting dengan Kim Jong Un. Ia juga mengatakan persahabatan tradisional kedua negara terus menguat meski situasi internasional berubah.

Dalam pertemuan itu, Xi menyampaikan bahwa kedua pihak sepakat memperkuat interaksi tingkat tinggi, memperluas kerja sama praktis, dan meningkatkan hubungan antarmasyarakat. Ia juga berharap Korea Utara terus mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Kongres ke-9 Partai Buruh Korea di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Kim Jong Un menyambut perhatian Beijing

Kim Jong Un menyebut Pyongyang dipenuhi suasana persahabatan selama kunjungan itu. Ia menilai kunjungan perdana Xi Jinping ke luar negeri pada tahun ini yang langsung menuju Korea Utara menunjukkan perhatian besar terhadap hubungan kedua partai dan kedua negara.

Kim juga mengatakan bahwa ia dan Xi bertukar pandangan luas mengenai isu-isu internasional dan kawasan yang menjadi perhatian bersama. Ia menambahkan bahwa rakyat Korea Utara merasa gembira atas pencapaian China dan yakin Beijing akan meraih prestasi yang lebih besar di bawah kepemimpinan Xi.

Latar lama yang masih menjadi dasar hubungan

Hubungan China dan Korea Utara memiliki akar sejarah panjang, termasuk kerja sama pada Perang Korea 1950-1953 melawan pasukan PBB yang dipimpin Amerika Serikat. Sejak itu, kedua negara kerap menggambarkan relasi mereka sebagai “saudara seperjuangan”.

China juga tetap menjadi sekutu ekonomi terdekat Korea Utara. Selain itu, kedua negara terikat Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik yang ditandatangani pada 1961, yang memuat ketentuan bantuan militer dan dukungan lain secara segera jika salah satu pihak diserang secara bersenjata.

Sungai Tumen ikut masuk ke dalam pembicaraan strategis

Di balik nuansa persahabatan yang ditampilkan di Pyongyang, isu Sungai Tumen ikut mendapat sorotan. Media Jepang melaporkan bahwa Xi diperkirakan membahas akses Beijing ke sungai yang bermuara ke Laut Jepang dan menjadi sebagian batas wilayah antara China, Korea Utara, dan Rusia.

China tidak memiliki akses maritim langsung ke Laut Jepang, sehingga jalur di sepanjang Sungai Tumen memiliki nilai strategis bagi Beijing. Namun, laporan itu menyebut kemajuan pengembangan jalur pelayaran untuk kapal-kapal China di sepanjang sungai tersebut masih terbatas.

Isu ini sebelumnya juga dibahas Xi bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada Mei. Dalam pernyataan bersama, keduanya menegaskan komitmen melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara soal akses ke Sungai Tumen sesuai perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet.

Kunjungan Xi ke Pyongyang datang pada saat hubungan China dan Korea Utara disebut membaik setelah sempat memburuk akibat kedekatan militer Pyongyang dengan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Di tengah perubahan itu, Beijing terlihat berupaya menjaga jalur komunikasi politik tetap terbuka sambil mempertahankan kepentingan strategisnya di kawasan timur laut Asia.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait