Bocoran yang beredar membuat Xiaomi 17T Pro terlihat sebagai model yang paling mencuri perhatian di seri ini. Panel AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 144 Hz, baterai 7.000 mAh, serta dukungan pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel cepat 50W menjadi kombinasi yang paling menonjol dari varian Pro.
Bukan hanya urusan daya, selisih harga bocoran juga memperlihatkan jarak yang cukup jauh antara Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro. Laporan yang dikutip dari Dealabs menyebut model reguler berada di angka 749 euros untuk varian 12 GB + 256 GB, sedangkan Xiaomi 17T Pro dibocorkan muncul pada level 999 euros untuk konfigurasi 12 GB + 512 GB.
Perbedaan paling terasa di layar dan ukuran bodi
Di sisi tampilan, Xiaomi 17T disebut membawa layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1.5K, tepatnya 1268 x 2756 piksel. Panel ini berjalan di refresh rate 120 Hz, sehingga sudah cukup tinggi untuk kebutuhan harian yang menuntut respons halus.
Xiaomi 17T Pro menaikkan kelasnya lewat layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1280 x 2772 piksel. Refresh rate-nya juga lebih tinggi, yakni 144 Hz, dan perbedaan ukuran ini membuat varian Pro diperkirakan terasa lebih besar, lebih tegas, serta lebih premium saat digenggam.
Baterai dan pengisian jadi pembeda yang tidak kalah penting
Xiaomi 17T kabarnya dibekali baterai 6.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 67W. Kapasitas itu sudah tergolong besar dan bisa menjadi nilai jual bagi pengguna yang mencari ponsel dengan daya tahan panjang.
Xiaomi 17T Pro melangkah lebih jauh dengan baterai 7.000 mAh. Selain itu, model ini disebut mendukung pengisian cepat kabel 100W dan pengisian nirkabel cepat 50W, sehingga memberi fleksibilitas yang lebih lengkap dibanding versi reguler.
Mesin, RAM, dan penyimpanan ikut disusun berbeda
Untuk dapur pacu, Xiaomi 17T disebut memakai MediaTek Dimensity 8500 “Ultra” dan RAM 12 GB LPDDR5X. Opsi penyimpanannya hadir dalam dua pilihan, yaitu 256 GB dan 512 GB, dengan teknologi UFS 4.1.
Xiaomi 17T Pro diposisikan lebih tinggi dengan MediaTek Dimensity 9500. Varian ini juga membawa RAM 12 GB, tetapi penyimpanannya hanya tersedia dalam 512 GB, yang memberi kesan bahwa model Pro memang diarahkan ke konfigurasi tertinggi sejak awal.
Susunan seperti ini menunjukkan Xiaomi masih menaruh perhatian besar pada kecepatan memori dan penyimpanan. Hal itu penting untuk mendukung perangkat yang sudah masuk kelas premium dan dituntut tetap responsif dalam penggunaan berat.
Kamera utama jadi titik pembeda yang paling spesifik
Pada sektor fotografi, Xiaomi 17T disebut membawa tiga kamera belakang. Sensor utamanya beresolusi 50 MP Light Fusion 800 dengan aperture f/1.77, ditemani kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x serta ultrawide 12 MP.
Di bagian depan, ponsel ini dikabarkan memakai kamera selfie 32 MP. Konfigurasi tersebut memperlihatkan bahwa Xiaomi masih menempatkan model reguler sebagai perangkat serbaguna untuk kebutuhan harian.
Xiaomi 17T Pro memakai susunan yang mirip pada kamera pendukung, tetapi sensor utamanya berbeda. Varian ini disebut menggunakan sensor 50 MP Light Fusion 950 dengan aperture f/1.74, sementara telefoto 50 MP 5x, ultrawide 12 MP, dan kamera depan 32 MP kemungkinan tetap dipertahankan.
Software dan warna yang mulai mengerucut
Kedua perangkat ini dikabarkan langsung menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Jika bocoran tersebut tepat, seri 17T akan hadir dengan sistem yang sudah sangat baru sejak awal kemunculannya.
Untuk pilihan warna, informasi yang beredar mengarah ke biru, hitam, dan ungu. Kombinasi itu melengkapi identitas seri ini yang tampaknya ingin tampil premium tanpa meninggalkan opsi warna yang tetap aman di pasar.
Source: gadgets.beebom.com