Xiaomi disebut sedang mengubah prioritas besar di lini ponsel lipatnya dengan memberi perhatian lebih ke perangkat fold berdesain horizontal. Sementara itu, seri Mix Flip justru dikabarkan tidak lagi menjadi fokus utama, sehingga penerus seperti Mix Flip 3 besar kemungkinan tidak akan hadir.
Arah ini membuat posisi ponsel lipat kompak Xiaomi terlihat makin tidak pasti. Hingga kini, perusahaan belum memberi pernyataan resmi, tetapi kabar yang beredar sudah cukup kuat untuk memunculkan dugaan bahwa Mix Flip tidak lagi masuk rencana pengembangan berikutnya.
Isu tersebut pertama kali mencuat lewat Digital Chat Station di Weibo. Dalam diskusi yang dibagikan, ia memberi sinyal bahwa Xiaomi tidak akan melanjutkan seri Mix Flip dan mengisyaratkan lini itu telah dihentikan sepenuhnya.
Perubahan fokus ini juga terasa sejalan dengan kondisi pasar ponsel lipat kompak yang memang belum mampu bergerak jauh. Model clamshell masih punya penggemar, tetapi kategorinya tetap tergolong niche dan belum benar-benar menembus pasar yang lebih luas.
Biaya produksi yang tinggi ikut membuat segmen ini sulit berkembang. Selain itu, nilai jualnya dinilai kurang kompetitif dibandingkan ponsel lipat berukuran besar, sehingga banyak merek terlihat lebih berhati-hati dalam menjaga kelanjutan lini clamshell mereka.
Pasar clamshell mulai kehilangan tenaga
Sejumlah pemain besar juga memperlihatkan sikap yang tidak terlalu agresif di segmen ini. Honor belum memberi kejelasan soal kelanjutan lini setelah Honor V Flip 2, sementara Vivo juga belum menunjukkan arah yang tegas untuk seri X Flip.
Situasi serupa terlihat pada Oppo. Sejak Oppo Find N3 Flip meluncur pada 2023, perusahaan itu belum menghadirkan penerusnya, dan kondisi tersebut ikut memperkuat kesan bahwa pasar ponsel lipat kompak sedang melambat.
Di tengah kecenderungan itu, Motorola justru tampak lebih aktif menjaga ritme peluncuran. Perusahaan tersebut terus memperkuat posisinya lewat Motorola Razr 70, Motorola Razr 70+, dan Motorola Razr 70 Ultra.
Xiaomi beralih ke fold besar
Di sisi lain, Xiaomi disebut lebih percaya pada ponsel lipat model horizontal atau fold-style. Perangkat baru itu dikabarkan sedang dikembangkan dan berpotensi meluncur pada pertengahan tahun, sekitar Juli atau Agustus.
Menariknya, ponsel tersebut disebut akan memakai chipset buatan sendiri, Xring O3. Jika informasi ini tepat, langkah itu akan menjadi tanda bahwa Xiaomi serius memperluas penggunaan chip internalnya ke perangkat lipat kelas atas.
Nama akhirnya masih belum dipastikan. Perangkat itu bisa saja tetap memakai identitas Xiaomi Mix Fold 6, tetapi ada juga kemungkinan muncul dengan nama baru seperti Xiaomi 17 Fold.
Apa pun nama resminya nanti, arah pengembangannya sudah menunjukkan prioritas Xiaomi ke depan. Perusahaan tampaknya menaruh harapan lebih besar pada format lipat besar karena dianggap punya ruang pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan ponsel lipat kompak.
Meski seluruh kabar ini masih bertumpu pada bocoran dan belum dikonfirmasi resmi, perubahan strateginya terlihat cukup jelas. Xiaomi tampaknya memilih jalur yang dinilai paling dekat dengan permintaan terbesar di pasar ponsel lipat saat ini.






