Xiaomi Bawa Senjata Lengkap Dari Rp1 Jutaan Sampai Rp22,99 Juta Di Indonesia

Xiaomi menempatkan ponsel termahalnya di Indonesia hingga Rp22.999.000 lewat Xiaomi 17 Ultra, sementara Xiaomi 17 dijual Rp14.999.000 untuk varian 12GB/256GB. Di sisi lain, perusahaan ini tetap menjaga pintu masuk yang sangat rendah dengan perangkat kelas Rp1 jutaan, sehingga rentang harga yang ditawarkan terasa sangat lebar.

Susunan harga seperti ini membuat lini Xiaomi, Redmi, dan Poco hadir untuk kelompok pembeli yang berbeda-beda. Dari pengguna pemula hingga pencari perangkat premium, Xiaomi menyusun portofolio yang rapat di hampir semua lapisan harga.

Di kelas paling bawah, POCO C71 dipasarkan Rp1.399.000 dan Redmi A5 berada di Rp1.599.000. Setelah itu, ada Redmi A7 Pro Rp1.649.000, Poco C85 Rp1.949.000, Redmi 15C Rp2.049.000, serta Poco M6 Rp2.099.000.

Rangkaian harga murah ini menunjukkan bahwa Xiaomi masih serius menjaga akses masuk ke ekosistemnya. Bagi konsumen yang mengejar harga rendah, pilihan yang tersedia tetap cukup banyak tanpa harus langsung masuk ke kelas menengah.

Pilihan menengah dibuat padat

Masuk ke rentang Rp2 juta sampai Rp6 juta, pilihan yang muncul jauh lebih banyak dan berdekatan. Redmi Note 14 dijual Rp2.399.000, Redmi 15 Rp2.499.000, Poco M7 Pro 5G Rp2.599.000, dan Redmi Note 15 juga Rp2.599.000.

Di lapisan berikutnya, Poco M7 berada di Rp2.649.000, lalu Redmi Note 14 5G dipatok Rp3.199.000. Setelah itu, Redmi Note 15 5G dihargai Rp3.299.000 dan Poco X7 5G dijual Rp3.399.000.

Susunan harga yang rapat ini memberi ruang lebih luas bagi konsumen untuk menyesuaikan bujet dengan kebutuhan. Xiaomi tidak hanya mengandalkan satu atau dua model, tetapi menumpuk banyak opsi agar persaingan di kelas menengah tetap hidup.

Seri Pro mengisi area performa yang lebih tinggi

Untuk pengguna yang mencari spesifikasi lebih kuat, Redmi Note 14 Pro 5G dipatok Rp4.399.000 dan Redmi Note 15 Pro 5G berada di Rp4.699.000. Poco X8 Pro hadir di Rp4.799.000, sedangkan Poco X7 Pro 5G dijual Rp5.199.000.

Xiaomi juga menempatkan Redmi Note 14 Pro+ 5G di Rp5.499.000. Lalu Redmi Note 15 Pro+ 5G dan Poco F7 sama-sama berada di Rp5.999.000, sebelum Poco X8 Pro Max muncul di Rp6.499.000.

Pola ini memperlihatkan bahwa Xiaomi tetap menjaga lini menengah atas sebagai area penting. Segmen tersebut dipakai untuk menawarkan perangkat dengan performa lebih stabil dan fitur yang lebih lengkap tanpa harus langsung loncat ke harga paling mahal.

Segmen premium makin berlapis

Di kelas atas, Xiaomi 15T dipasarkan Rp7.499.000 dan Poco F7 Pro hadir pada harga yang sama. Setelah itu, Poco F8 Pro dijual Rp8.999.000 dan Poco F7 Ultra berada di Rp9.599.000.

Masuk ke level yang lebih tinggi, Xiaomi 15T Pro hadir Rp10.499.000 untuk varian 12GB/512GB. Xiaomi 15 dipatok Rp11.999.000 pada konfigurasi 12GB/256GB, dan Poco F8 Ultra juga muncul di harga Rp11.999.000.

Puncaknya ada pada Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Xiaomi 17 Ultra dibanderol Rp19.999.000 untuk 16GB/512GB dan Rp22.999.000 untuk 16GB/1TB, sehingga rentang flagship Xiaomi di Indonesia benar-benar bergerak sangat lebar.

Fitur unggulan dan bonus pembelian

Xiaomi 17 membawa layar OLED LTPO 6,3 inci dengan tingkat kecerahan maksimal 3.500 nits. Perangkat ini juga memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan baterai 6.330 mAh dengan pengisian cepat 100W, menurut informasi yang beredar dari kabarcirebon.pikiran-rakyat.com.

Kolaborasi dengan Leica tetap hadir pada Xiaomi 17 dan seri flagship lain untuk mendukung fotografi. Di sisi lain, Xiaomi 15 Ultra masih diposisikan kuat karena memakai sensor kamera 1 inci dan chipset Snapdragon 8 Elite, seperti dilaporkan suara.com, dengan harga Rp16.999.000 untuk varian 16GB/512GB.

Selama periode 1 hingga 30 April 2026, Xiaomi Official Store juga menyiapkan bonus produk ekosistem untuk pembelian seri Xiaomi 17. Xiaomi Smart Band 9 Pro disebut menjadi salah satu hadiah untuk pembeli tertentu, sementara Xiaomi 17 Ultra mendapat Photography Kit senilai Rp1.299.000 bagi varian yang memenuhi syarat.

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait