Xiaomi Pilih Seri Max Daripada Ponsel Super Tipis, Baterai Dan Performa Tetap Dijaga

Author: Redaksi Android62

Xiaomi memilih tidak melanjutkan proyek ponsel ultra-tipis yang disiapkan untuk menantang iPhone Air. Langkah itu memperlihatkan bahwa perusahaan lebih rela meninggalkan desain ekstrem daripada mengorbankan dua hal yang dianggap paling penting di ponsel premium, yaitu baterai dan performa.

Keputusan tersebut juga memberi gambaran bahwa Xiaomi tidak ingin ikut arus hanya demi mengejar bodi setipis mungkin. Di tengah tren ponsel ramping yang terus dikejar banyak merek, perusahaan justru menempatkan pengalaman pakai harian sebagai prioritas utama.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengungkapkan kabar itu dalam sesi livestream. Ia menyebut perangkat tersebut sebenarnya sudah berada sangat dekat ke tahap produksi massal karena perencanaan, riset awal, dan persiapan produksinya hampir selesai.

Namun, semakin tipis sebuah ponsel dibuat, semakin besar tekanan yang harus ditanggung ruang baterai, sistem pendingin, dan komponen performa tinggi di dalamnya. Menurut Lu, kompromi yang dibutuhkan untuk mempertahankan desain ultra-tipis terasa terlalu besar bagi Xiaomi.

Bagi perusahaan, ponsel yang tampak menarik dari luar tidak cukup jika akhirnya lemah saat dipakai sehari-hari. Xiaomi tampaknya menilai bahwa perangkat premium harus tetap seimbang, bukan hanya menonjol secara visual.

Sikap itu membuat proyek penantang iPhone Air dihentikan sebelum masuk jalur produksi massal. Xiaomi memilih mundur lebih awal ketimbang merilis ponsel yang berpotensi kalah pada aspek yang paling terasa oleh pengguna.

Fokus bergeser ke lini berukuran besar

Pembatalan proyek ultra-tipis itu juga berkaitan dengan arah baru Xiaomi di segmen flagship. Lu menjelaskan bahwa Xiaomi 17 Max tidak diberi label “Plus” karena perusahaan memandang kategori tersebut secara berbeda.

Dalam pandangan Xiaomi, ponsel dengan label Plus biasanya hanya menawarkan layar yang lebih besar dibanding model standar. Sementara itu, seri Max diposisikan lebih jauh dari sekadar ukuran layar.

Lu mengatakan seri Max diharapkan membawa peningkatan di banyak sisi, termasuk pencitraan, performa, dan daya tahan baterai. Dengan begitu, Xiaomi ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap, bukan hanya panel yang lebih besar.

Pendekatan itu sejalan dengan strategi Xiaomi di kelas premium. Perusahaan terlihat lebih menonjolkan baterai yang lebih besar, kamera yang lebih canggih, dan perangkat keras yang lebih tinggi daripada sekadar mengejar desain paling ramping.

Keputusan menghentikan proyek ultra-tipis ini pada akhirnya menunjukkan prioritas Xiaomi di pasar ponsel premium. Perusahaan tampaknya lebih percaya bahwa banyak pengguna masih mengutamakan daya tahan baterai dan performa yang stabil dibanding bodi ultra-tipis yang penuh kompromi.

Source: telset.id
Berita Terbaru