Xiaomi sedang menyiapkan fitur layar anti intip untuk perangkat premiumnya. Teknologi ini dirancang agar isi layar tetap jelas bagi pemilik, tetapi sulit dibaca orang yang melihat dari samping.
Fitur tersebut menjadi salah satu daya tarik utama saat Xiaomi bersiap menantang Samsung Galaxy S26 Ultra di kelas flagship. Di tengah persaingan yang makin ketat, privasi layar tampaknya mulai diposisikan sebagai nilai jual yang tidak kalah penting dari kamera dan performa.
Proteksi privasi di panel depan
Mekanisme layar anti intip itu bekerja dengan menonaktifkan sejumlah elemen piksel pada area panel. Saat sudut pandang berubah, tampilan antarmuka akan memudar atau menjadi gelap sehingga isi layar tidak mudah terlihat oleh orang di sekitar.
Detik iNET mengutip GSM Arena menyebut teknologi ini membuat layar ponsel tampak buram atau gelap dari sudut tertentu. Dengan begitu, orang yang berada di sebelah pengguna tidak bisa melihat isi layar secara leluasa.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya mengejar peningkatan spesifikasi, tetapi juga pengalaman pakai yang lebih aman di ruang publik. Hal itu relevan karena ponsel flagship kini sering dipakai untuk komunikasi sensitif, pekerjaan, dan akses data pribadi.
Lini Xiaomi 18 Pro tetap membawa panel belakang
Di sisi lain, Xiaomi juga disebut tetap mempertahankan panel sekunder di bodi belakang pada Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max. Bedanya, panel tambahan itu kini dirumorkan membesar hingga 4 inci.
Ukuran tersebut dikatakan memberi area peninjauan yang lebih lapang saat pengguna mengambil swafoto dengan kamera utama belakang. Pendekatan ini membuat kamera belakang bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk foto diri, sekaligus berpotensi menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan mengandalkan kamera depan biasa.
Performa dan kamera tetap jadi andalan
Fokus besar juga terlihat pada sektor fotografi. Dua varian tertinggi pada lini ini dilaporkan akan mengusung sistem kamera ganda 200 MP di bagian belakang.
Kombinasi itu ditujukan untuk menghasilkan detail foto yang tinggi dan ketajaman yang lebih baik saat gambar diperbesar secara digital. Untuk kelas flagship, kemampuan seperti ini jelas menjadi salah satu kartu utama dalam persaingan.
Di sektor performa, Xiaomi 18 Pro Series disebut akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Chipset terbaru Qualcomm itu disiapkan untuk menangani beban kerja berat sekaligus pemrosesan kecerdasan buatan.
Dua ukuran, dua sasaran pengguna
Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max tampak diposisikan untuk kebutuhan yang berbeda. Xiaomi 18 Pro membawa panel utama 6,3 inci untuk pengguna yang menyukai ukuran ringkas.
Meski bodinya tidak terlalu besar, varian ini tetap dirumorkan membawa baterai berkapasitas 7.000 mAh atau lebih tinggi. Kombinasi ukuran yang lebih compact dan daya besar bisa menjadi daya tarik tersendiri di pasar premium.
Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max ditujukan bagi pengguna yang menginginkan layar lebih besar. Perangkat ini disebut memakai panel 6,9 inci, yang lebih cocok untuk konsumsi multimedia intensif dan produktivitas.
Jika jadwal produksinya tidak berubah, seluruh jajaran Xiaomi 18 Pro Series diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi pada bulan September mendatang. Dengan layar anti intip, kamera 200 MP, panel belakang tambahan, dan chipset kelas atas, Xiaomi tampaknya menyiapkan paket flagship yang agresif.







