Segmen HP Murah Makin Terjepit, Xiaomi Siapkan Langkah Baru Hadapi Biaya Naik

Segmen smartphone di bawah US$200 kini menjadi bagian yang paling rentan di tengah kenaikan biaya industri. Tekanan itu datang dari kelangkaan memori, biaya produksi yang ikut terdorong naik, serta penyesuaian harga yang sudah mulai dilakukan vendor sejak kuartal I/2026.

Associate Market Analyst Client Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, menilai kondisi ini akan berlanjut sampai 2027. Ia juga memperkirakan pasar smartphone Indonesia akan menghadapi penurunan penjualan dua digit sepanjang 2026, terutama karena daya beli konsumen yang melemah dan kondisi ekonomi yang belum ideal.

Tekanan paling berat ada di kelas harga bawah

Vanessa menyebut perangkat di bawah US$200 paling terdampak karena margin keuntungannya lebih tipis dibanding segmen lain. Sementara itu, segmen premium di atas US$600 dinilai masih lebih mampu bertahan dibanding pasar secara keseluruhan.

Penyesuaian harga tidak hanya terjadi sekali. Menurut Vanessa, vendor sudah menaikkan harga di berbagai segmen beberapa kali sejak kuartal I/2026, dan tren tersebut diperkirakan belum selesai dalam waktu dekat.

Segmen HargaKondisiCatatan
Di bawah US$200Paling terdampakMargin keuntungan lebih tipis
Berbagai segmen hargaSudah naik sejak kuartal I/2026Vendor telah melakukan penyesuaian beberapa kali
Di atas US$600Lebih mampu bertahanMasih relatif kuat dibanding pasar keseluruhan

Xiaomi menata ulang strategi agar tetap relevan

Di tengah tekanan itu, Xiaomi memilih merespons dengan meninjau ulang nilai produk, efisiensi, dan relevansi portofolio. Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng mengatakan perusahaan memantau berbagai faktor yang memengaruhi industri, mulai dari pergerakan nilai tukar, biaya logistik dan distribusi, hingga perubahan regulasi dan ekspektasi konsumen.

Andi menjelaskan peninjauan berkala dilakukan agar value yang ditawarkan tetap sejalan dengan kualitas dan inovasi produk. Dalam pandangan Xiaomi, pengalaman pengguna tetap menjadi pusat strategi melalui kombinasi spesifikasi, efisiensi performa, desain, dan integrasi ekosistem.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi secara berkelanjutan dan patuh terhadap seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Indonesia disebut sebagai pasar yang sangat penting, sehingga Xiaomi berkomitmen memperkuat portofolio produk dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih seamless.

Ekosistem menjadi arah utama

Melalui visi strategis “Human x Car x Home”, Xiaomi ingin membangun ekosistem terintegrasi yang cerdas dan memberi kenyamanan optimal dalam keseharian konsumen. Arah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga relevansi di tengah perubahan biaya dan persaingan yang makin menekan.

Vanessa juga menyoroti pergeseran strategi para vendor yang mulai memperluas portofolio perangkat kelas atas setelah selama bertahun-tahun lebih berfokus pada model dengan volume penjualan tinggi di segmen harga lebih rendah. Perubahan arah itu membuat tekanan di pasar smartphone Indonesia tidak hanya berasal dari biaya, tetapi juga dari transformasi strategi industri.

Dengan kondisi biaya yang belum mereda, pasar ponsel murah berpotensi terus terjepit sementara vendor harus mencari titik seimbang antara harga, inovasi, dan ketahanan bisnis. Xiaomi tampaknya memilih menempuh jalur efisiensi dan penguatan ekosistem agar tetap kompetitif di tengah perubahan tersebut.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terkait