XLSMART Dorong B2B dengan AI dan Ekosistem Digital untuk Korporasi

XLSMART menegaskan langkah agresifnya ke pasar bisnis dengan memperkenalkan ESTA Ecosystem sebagai platform terintegrasi untuk mempercepat transformasi digital korporasi. Melalui rangkaian solusi ini, perusahaan ingin membantu pelaku usaha menciptakan nilai bisnis yang lebih terukur.

Langkah itu menjadi penting karena kebutuhan industri kini tidak lagi berhenti pada konektivitas. Perusahaan di berbagai sektor membutuhkan dukungan teknologi yang dapat membuat operasional berjalan lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tahan gangguan.

Fokus baru untuk kebutuhan korporasi

President Director & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyebut Indonesia memerlukan teknologi yang mumpuni untuk banyak sektor, mulai dari rumah sakit, institusi pendidikan, manufaktur, hingga sekolah. Menurut dia, kebutuhan tersebut meluas di luar layanan konsumer yang selama ini lebih identik dengan bisnis telekomunikasi.

Rajeev menjelaskan bahwa perusahaan saat ini membutuhkan dukungan teknologi yang bisa memperkuat operasional. Kebutuhan itu mencakup AI, cloud, cybersecurity, dan IoT yang terus berkembang di berbagai sektor.

Karena itu, XLSMART membangun XLSMART Smart for Business sebagai mitra transformasi digital. Pendekatan tersebut dirancang untuk memahami tantangan pelanggan dan merancang solusi bersama sesuai kebutuhan bisnis.

Tujuh pilar digital yang dianggap tak terhindarkan

Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, memaparkan tujuh digital pillar yang menjadi dasar transformasi digital. Tujuh pilar itu meliputi data, device, network, aplikasi, security, digital infra, dan AI.

Andrijanto menilai perkembangan AI bergerak sangat cepat. Teknologi itu kini telah bergeser dari generatif ke agentic, dan masih akan terus berkembang lagi.

Ia juga menegaskan bahwa tujuh pilar tersebut bukan lagi pilihan bagi korporasi maupun individu. Namun, menurut dia, tidak semua pihak memiliki pemahaman lengkap untuk mengintegrasikan seluruh elemen itu.

“Isunya adalah ketujuh hal ini sudah merupakan keniscayaan bagi korporasi dan individu pakai. Tapi pertanyaannya, siapa yang sebenarnya memiliki pengetahuan yang lengkap tentang tujuh pilar ini? Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya mengerti sampai dengan 20%,” ujarnya.

Andrijanto menambahkan, dibutuhkan talenta yang menguasai platform sekaligus kebijakan agar integrasi berjalan baik. Ia menilai forum yang mempertemukan pelaku industri, CEO, C-level, hingga regulator menjadi sangat relevan di tengah perubahan teknologi yang cepat.

ESTA Ecosystem dan rangkaian solusinya

Dalam forum Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026), XLSMART juga menekankan pentingnya ruang diskusi bersama bagi pemimpin industri. Perusahaan, regulator, dan tokoh bisnis dinilai perlu berada dalam satu forum untuk merespons perubahan teknologi yang terus bergerak cepat.

ESTA Ecosystem sendiri hadir dengan sejumlah solusi utama, yakni ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent. Kehadiran rangkaian solusi tersebut menunjukkan arah XLSMART dalam membangun penawaran yang lebih luas untuk kebutuhan korporasi.

Dengan menautkan AI, jaringan, keamanan, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem, XLSMART berupaya menjawab kebutuhan bisnis yang kini semakin kompleks. Arah ini sekaligus menempatkan perusahaan pada jalur yang lebih kuat di pasar B2B.

Source: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait