XPENG Hadirkan Jawaban Untuk Tiga Keraguan Utama Mobil Listrik, Dari Jarak Tempuh Hingga Layanan

Author: Redaksi Android62

XPENG mencoba menjawab keraguan utama calon pembeli mobil listrik dengan tiga senjata sekaligus: jarak tempuh, kecepatan isi daya, dan rasa aman setelah pembelian. Di pasar Indonesia, pendekatan itu dibawa lewat dua model awal, yaitu SUV coupe G6 dan MPV premium X9.

Kehadiran dua model tersebut juga menegaskan strategi XPENG sebagai merek kendaraan listrik pintar asal China yang berdiri pada 2014. Mereka menonjolkan pengembangan teknologi secara mandiri, mulai dari ADAS, sistem operasi kendaraan, hingga powertrain.

Jarak tempuh dibuat kompetitif untuk kebutuhan harian hingga perjalanan jauh

Bagi banyak konsumen, jarak tempuh masih menjadi pertimbangan paling awal sebelum beralih ke mobil listrik. XPENG menempatkan G6 dan X9 sebagai pilihan yang tidak hanya cocok untuk mobilitas harian, tetapi juga untuk rute yang lebih panjang.

XPENG G6 varian Standard Range dibekali baterai LFP berkapasitas bruto 66 kWh. Jarak tempuhnya diklaim sekitar 435 km berdasarkan standar WLTP dalam sekali pengisian daya.

Di atasnya, G6 Pro memakai baterai LFP 80,8 kWh. Varian ini diklaim mampu menempuh hingga 525 km berdasarkan standar WLTP.

Untuk segmen MPV, XPENG X9 menawarkan jarak yang lebih jauh lagi. Varian Long Range Pro+ diklaim dapat melaju hingga 690 km berdasarkan standar NEDC.

Angka itu membuat X9 masuk ke kelompok MPV listrik dengan jangkauan sangat jauh di kelasnya. Dalam penggunaan perkotaan di Indonesia, efisiensi tersebut dinilai tetap cukup untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk saat kondisi macet dan penggunaan AC berlangsung intensif.

Pengisian cepat dipadatkan lewat arsitektur 800V

Masalah lain yang sering membuat konsumen ragu adalah waktu menunggu saat mengisi daya. XPENG menjawabnya melalui arsitektur 800V pada G6 yang diposisikan sebagai solusi teknis untuk memangkas waktu berhenti.

VP Commercial XPENG Indonesia Steven Sulung menyebut G6 dibangun di atas platform 800V XPower. Menurut dia, sistem itu bisa menambah jarak tempuh 230 km hanya dalam 10 menit pengisian.

Secara keseluruhan, fast charging dari 10% ke 80% pada G6 disebut membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Pada G6 Pro, pengisian dari 10% sampai 80% diklaim hanya memakan sekitar 12 menit dalam kondisi ideal.

XPENG X9 juga membawa kemampuan pengisian yang besar. Model ini dilengkapi sistem maximum charging 330 kW yang disebut dapat menambah jarak tempuh hingga 330 km hanya dalam 10 menit.

Perlindungan baterai dan layanan purna jual ikut diperkuat

Baterai tetap menjadi komponen paling mahal pada kendaraan listrik. Karena itu, jenis baterai dan perlindungan garansi menjadi bagian penting dalam keputusan membeli.

XPENG G6 Standard Range menggunakan baterai LFP atau Lithium Iron Phosphate. Teknologi ini dikenal lebih stabil secara termal dan memiliki siklus pengisian yang lebih panjang.

Pada X9, XPENG menawarkan dua pendekatan baterai. Varian Standard Range memakai baterai LFP 84,5 kWh, sedangkan varian Long Range Pro dan Long Range Pro+ menggunakan baterai NCM berkapasitas 101,5 kWh.

Untuk perlindungan purna jual, G6 mendapat garansi baterai dan kendaraan hingga 8 tahun atau 160.000 km. Konsumen juga memperoleh gratis servis selama 5 tahun atau 100.000 km.

Skema serupa berlaku pada X9 dengan garansi baterai dan kendaraan selama 8 tahun. XPENG juga menambahkan garansi ban selama 1 tahun untuk pembelian awal serta gratis pengisian daya selama 1 tahun.

Fitur bantuan berkendara dan kesiapan jaringan jadi nilai tambah

XPENG tidak hanya menonjolkan efisiensi energi. Merek ini juga mengandalkan fitur keselamatan aktif berbasis AI lewat sistem XPILOT 4.0.

Pada G6, sistem itu mendukung Navigation Guided Pilot Level 3 dan one-pedal smart driving. Perangkatnya ditopang 29 sensor presisi tinggi untuk fungsi seperti cruise control, lane centering assist, dan auto parking assist.

Di X9, XPILOT 4.0 juga hadir dengan fitur parkir otomatis yang mampu mengingat hingga 20 lokasi parkir berbeda. Mobil ini turut dibekali sistem perlindungan 360 derajat yang mendeteksi potensi risiko di sekitar kendaraan secara real-time.

Fitur-fitur tersebut relevan untuk pengguna perkotaan yang kerap berhadapan dengan ruang parkir sempit dan lalu lintas padat. Di sisi lain, XPENG juga mulai membangun rasa aman lewat layanan setelah pembelian.

Saat ini XPENG sudah mengoperasikan dua diler 3S di PIK 2 dan Puri. Jaringan itu direncanakan bertambah ke Pluit, Pondok Indah, Sunter, dan BSD dalam waktu dekat.

Ekspansi juga disiapkan ke Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar. Langkah ini penting karena ketersediaan sales, service, dan sparepart sering menjadi penentu kenyamanan kepemilikan jangka panjang.

Steven Sulung menilai keputusan membeli mobil listrik tidak cukup dilihat dari spesifikasi hari ini. Menurut dia, platform 800V high-voltage pada G6 dirancang agar tetap relevan hingga 10 tahun ke depan.

XPENG G6 sendiri memakai platform SEPA 2.0. Platform ini diklaim lebih ringan namun tetap kuat, sehingga membantu efisiensi energi dan kinerja kendaraan secara keseluruhan.

Per 2026, XPENG G6 dipasarkan mulai Rp 679 juta dan X9 mulai Rp 1,169 miliar. Harga itu naik setelah insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk kendaraan listrik berakhir, tetapi XPENG tetap menempatkan efisiensi operasional dan biaya perawatan yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar konvensional sebagai nilai utama yang ditawarkan.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru