Xpeng Mona L03 mencuri perhatian karena hadir dengan jarak tempuh gabungan hingga 1.330 km berdasarkan standar CLTC pada varian EREV. Angka itu membuat SUV kompak ini tampil sebagai salah satu tawaran paling fleksibel di lini Mona, terutama bagi konsumen yang masih menginginkan daya jelajah jauh tanpa terlalu sering mengisi daya.
Di saat yang sama, model ini juga diposisikan sebagai SUV pertama dalam lini Mona. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Xpeng tidak sekadar menambah model baru, tetapi juga memperluas karakter lini Mona ke segmen yang lebih praktis dan lebih luas jangkauannya.
Dua teknologi penggerak dalam satu model
Mona L03 tersedia dalam dua pilihan teknologi, yaitu Battery Electric Vehicle atau BEV dan Extended-Range Electric Vehicle atau EREV. Kombinasi ini memberi calon konsumen dua karakter penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhan mobilitas masing-masing.
Pada varian BEV, Xpeng membekali Mona L03 dengan motor listrik bertenaga 183 kW. Mobil ini juga ditawarkan dengan dua pilihan baterai, yakni 56 kWh dan 69 kWh, dengan jarak tempuh hingga 625 km menurut standar CLTC.
| Varian | Teknologi | Data Utama | Jarak Tempuh |
|---|---|---|---|
| BEV | Motor listrik 183 kW | Baterai 56 kWh atau 69 kWh | Hingga 625 km CLTC |
| EREV | Mesin penambah jarak tempuh | Sistem penggerak listrik six in one berpendingin oli | Hingga 1.330 km CLTC |
Xpeng menyebut efisiensi energi varian BEV mencapai 11,9 kWh per 100 km. Untuk performa, akselerasi 0-100 km per jam diklaim bisa dicapai dalam 6,6 detik, sehingga model ini tidak hanya menonjol di sisi efisiensi.
Varian ini juga dibekali sistem berkendara berbasis Vision-Language-Action sebagai fitur standar. Kehadiran fitur tersebut mempertegas arah Mona L03 sebagai mobil listrik modern yang mengandalkan pendekatan teknologi tinggi.
EREV menjadi pembeda yang paling mencolok
Jika varian BEV menonjol lewat efisiensi, varian EREV menawarkan fleksibilitas yang lebih jauh. Sistemnya menggabungkan mesin penambah jarak tempuh dengan penggerak listrik six in one berpendingin oli, lalu menghasilkan total jarak tempuh gabungan hingga 1.330 km menurut standar CLTC.
Dari total itu, mobil ini masih mampu menempuh hingga 315 km dalam mode listrik murni. Kombinasi tersebut membuat Mona L03 relevan bagi konsumen yang membutuhkan mobil listrik untuk perjalanan harian, tetapi tetap ingin cadangan jarak tempuh yang panjang.
Dimensi kompak, desain tetap tegas
Secara ukuran, Mona L03 masuk kategori Compact SUV dengan panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak sumbu roda 2.850 mm. Proporsi tersebut membuatnya tetap praktis digunakan di perkotaan, tetapi masih cukup besar untuk menghadirkan kesan SUV yang kuat.
Dari sisi tampilan, Xpeng memberi Mona L03 bahasa desain yang elegan dan mengalir, namun tetap sporty. Mobil ini memakai lampu depan LED dengan Daytime Running Light serta pelek alloy berkelir hitam.
Harga diarahkan lebih dekat ke pasar massal
He Xiaopeng sebelumnya menyebut Mona L03 dikembangkan dengan standar kendaraan di harga 300.000 yuan atau sekitar Rp791 jutaan. Namun, harga jual resminya dipastikan akan berada di bawah angka tersebut.
Pelaku pasar di Tiongkok memperkirakan varian termurahnya akan dijual sekitar 150.000 yuan atau Rp395 jutaan. Pada kisaran itu, Mona L03 diperkirakan berhadapan langsung dengan BYD Atto 3 dan Geely EX5.
Potensi meluas ke pasar global, termasuk Indonesia
Statusnya sebagai model global membuka peluang Mona L03 ikut masuk ke pasar lain di luar China. Indonesia menjadi salah satu pasar yang masuk akal, terlebih Xpeng sudah lebih dulu memasarkan X9, G6 Pro, dan G6 AWD di Tanah Air.
Dengan kombinasi SUV kompak, dua opsi teknologi, jarak tempuh panjang, dan target harga yang lebih kompetitif, Mona L03 menjadi salah satu model penting dalam strategi ekspansi Xpeng. Jika rencana globalnya berjalan mulus, SUV ini berpotensi menjadi penentu arah baru bagi merek tersebut di segmen elektrifikasi.







