Di antara tiga kacamata AR Xreal yang berada di rentang harga 449 USD sampai 559 USD, Xreal One Pro masih berdiri sebagai model paling premium. Keunggulannya bukan sekadar pada label harga, tetapi pada field of view 57 derajat, desain optik X Prism, dan fleksibilitas IPD yang paling luas.
Namun, posisi paling menarik justru datang dari Xreal 1S. Dengan harga 449 USD, model ini bukan hanya yang paling murah, tetapi juga membawa beberapa spesifikasi yang membuatnya terlihat lebih masuk akal dibanding Xreal One yang harganya 499 USD.
1S tampil lebih efisien di banyak sisi
Xreal 1S menawarkan resolusi 1920×1200 per mata, lebih tinggi daripada Xreal One Pro dan Xreal One yang sama-sama memakai 1920×1080 per mata. Format layar 16:10 juga memberi ruang vertikal lebih banyak, yang bisa terasa lebih nyaman untuk menonton maupun penggunaan harian tertentu.
Kecerahannya pun tidak kalah. Xreal 1S mencapai 700 nits, setara dengan One Pro dan lebih tinggi daripada Xreal One yang berada di 600 nits.
Bobotnya juga paling ringan di antara ketiganya. Xreal 1S berbobot 82 gram, lebih ringan dari Xreal One yang 84 gram dan One Pro yang 87 gram.
One Pro tetap jadi pilihan paling unggul
Xreal One Pro masih memegang posisi tertinggi bagi pengguna yang mengejar pengalaman paling luas. Dengan harga 559 USD, model ini menawarkan field of view 57 derajat, paling besar di antara trio tersebut.
Perbedaan itu diperkuat oleh penggunaan X Prism, yang membedakannya dari Xreal 1S dan One yang masih mengandalkan Birdbath optics. Untuk pengguna yang mengutamakan tampilan virtual terasa lebih lapang, pendekatan ini menjadi nilai jual utama.
One Pro juga paling fleksibel soal IPD karena hadir dalam dua ukuran, yaitu M untuk 57-66 mm dan L untuk 66-75 mm. Di sisi ukuran layar virtual, model ini juga paling besar karena menawarkan rentang 34 inci sampai 556 inci pada jarak 1-10 meter.
One berada di posisi paling sulit
Xreal One justru terlihat paling sulit dipertahankan di tengah dua saudaranya. Harganya 499 USD, tetapi 1S yang lebih murah sudah menawarkan resolusi lebih tinggi, kecerahan lebih baik, bobot lebih ringan, dan fitur native 2D to 3D yang sudah tersedia.
Dari sisi kecerahan, One masih berada di angka 600 nits. Field of view-nya juga paling sempit, hanya 50 derajat, dan ukuran layar virtualnya berada di bawah dua model lain, yakni 29 inci sampai 477 inci pada jarak 1-10 meter.
Fondasi dasarnya masih serupa
Meski begitu, ketiganya tetap berbagi dasar yang mirip. Semua memakai koneksi USB Type-C, refresh rate 120 Hz, dan mendukung 3DoF secara native.
Perbedaan utama karena itu bukan ada pada fondasi pengalaman dasarnya, melainkan pada detail yang menentukan nilai beli. Di titik ini, 1S dan One Pro tampil lebih kuat daripada One.
Panel dan fitur ikut memperjelas arah pilihan
Xreal One Pro memakai Sony 0.55 inci Micro-OLED. Sementara itu, Xreal 1S dan Xreal One sama-sama menggunakan Sony 0.68 inci Micro-OLED.
Fitur native 2D to 3D juga mempertegas posisi 1S. Pada model ini, fitur tersebut sudah tersedia, sedangkan pada One Pro dan One statusnya masih coming soon.
Warna memberi karakter berbeda
Secara tampilan, Xreal 1S hadir dalam warna cobalt. Sementara Xreal One Pro dan Xreal One sama-sama tersedia dalam warna hitam.
Perbedaan kecil ini memang bukan faktor utama dalam memilih kacamata AR, tetapi cukup menunjukkan karakter masing-masing model. 1S terasa diposisikan sebagai opsi yang lebih segar, sedangkan dua model lain tampil dengan pendekatan yang lebih netral.
Pada akhirnya, pembagiannya cukup jelas. Xreal One Pro cocok untuk pengguna yang ingin field of view paling besar, optik paling maju, dan dukungan IPD paling fleksibel, sedangkan Xreal 1S lebih pas untuk pembeli yang mencari harga lebih rendah, resolusi lebih tinggi per mata, bobot paling ringan, dan fitur native 2D to 3D yang sudah siap dipakai.
Source: tech.sportskeeda.com






