Arus dana institusional di pasar kripto sedang menunjukkan arah yang tidak lazim. Saat ETF Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penarikan besar, ETF XRP justru mencatat aliran masuk selama enam minggu berturut-turut hingga 12 Juni.
Perbedaan ini menandakan institusi besar tidak sedang bergerak serempak. Pada tiga aset kripto yang diperdagangkan lewat ETF, keputusan investor tampak terbagi antara mengambil untung, mengurangi eksposur, dan menambah posisi baru.
XRP justru tetap menarik minat saat harganya melemah
ETF spot XRP menerima dana baru setiap minggu selama enam pekan, meski harga tokennya terus turun. Pada pekan terbaru hingga 12 Juni, inflow tercatat sebesar $10,68 juta, setelah sempat mencapai puncak mingguan $60,5 juta pada pertengahan Mei.
Sejak peluncuran pada November 2025, produk ini telah mengumpulkan $1,44 miliar. Nilai aset bersihnya kini berada sedikit di bawah $1 miliar, sementara laju masuk dana terbaru melambat ke kisaran satu digit juta dolar dari level puluhan juta dolar pada Mei.
Pada fase awal peluncurannya, ETF XRP juga membukukan sekitar 35 hari perdagangan tanpa satu pun hari outflow. Awal seperti itu tidak terjadi pada Bitcoin maupun Ethereum ketika keduanya memasuki bulan-bulan awal perdagangan ETF masing-masing.
Bitcoin dan Ethereum justru menghadapi tekanan keluar dana
Pergerakan Bitcoin lebih dekat ke aksi ambil untung daripada kepanikan. Aset ini sempat naik ke sekitar $82.000 pada pertengahan Mei, sehingga banyak investor yang masuk sejak awal tahun masih memiliki keuntungan untuk diamankan.
Sentimen kemudian berubah ketika imbal hasil Treasury naik dan harapan pemangkasan suku bunga memudar. Dalam lima minggu, ETF Bitcoin kehilangan sekitar $5,7 miliar, termasuk rekor 13 hari outflow harian senilai $4,4 miliar yang baru berakhir pada awal Juni.
Sebagian besar tekanan itu juga datang dari Grayscale, lewat dana lamanya yang terus kehilangan aset setelah konversi dari trust. Dalam sebulan terakhir, Bitcoin sendiri telah turun sekitar 21%.
Ethereum menunjukkan pola yang lebih lemah lagi. Tidak ada reli besar yang bisa menjadi alasan untuk menjual, tetapi arus keluar terus berlangsung nyaris tanpa jeda sejak pertengahan Mei.
Pada 12 Juni, ETF Ethereum mencatat outflow untuk hari keempat berturut-turut. Di sini, investor tampaknya bukan sedang mengamankan laba, melainkan perlahan meninggalkan asetnya.
Mengapa XRP dipilih institusi
XRP tidak memiliki kenaikan besar seperti Bitcoin, sehingga tidak ada keuntungan besar yang perlu dicairkan. Token ini justru turun sekitar 40% sepanjang tahun, membuat pembelian melalui ETF lebih terlihat sebagai akumulasi aset murah daripada mempertahankan posisi yang sudah untung.
Faktor hukum juga menjadi pembeda utama. XRP lama tersandera gugatan dengan SEC, dan banyak dana besar baru masuk setelah perkara itu berakhir pada Agustus 2025.
Begitu hambatan legal hilang, XRP berubah dari aset berisiko menjadi aset yang bisa dipegang lewat produk teregulasi. ETF menjadi pintu yang paling mudah digunakan institusi untuk masuk.
Tekanan suplai masih menjadi pekerjaan rumah
Arus beli yang kuat belum otomatis berarti harga akan langsung bergerak naik. Ripple membuka hingga satu miliar XRP dari escrow setiap bulan, sehingga pembeli harus menyerap suplai baru yang terus bertambah.
Itulah sebabnya perlambatan inflow tetap menjadi perhatian. Jika arus masuk tidak lebih cepat dari suplai yang dilepas, dorongan ke harga bisa tertahan.
Sinyal minat institusi juga terlihat dari transaksi besar. Goldman Sachs sempat menjual seluruh posisi ETF XRP senilai $153,8 juta, yang saat itu menjadi kepemilikan institusional tunggal terbesar yang diketahui.
Meski demikian, dana tersebut tetap menutup pekan dengan inflow bersih positif. Artinya, pembelian lain yang masuk saat itu melebihi $214 juta dan mampu menyerap keluar-masuknya posisi Goldman.
BlackRock masih menunggu di pinggir pasar
Satu nama besar yang belum ikut masuk adalah BlackRock. Manajer aset terbesar itu belum mengajukan ETF XRP.
Seorang CEO industri yang mengikuti langkahnya menyebut BlackRock kemungkinan ingin melihat aset ETF XRP mendekati $3 miliar, atau sekitar tiga kali dari level saat ini, sebelum mengambil keputusan. Di tengah kondisi sekarang, pasar tampaknya masih membaca XRP sebagai aset murah yang sudah bersih dari hambatan hukum, sementara Bitcoin dan Ethereum lebih dipakai institusi untuk mengamankan untung atau mengurangi eksposur.







