Lamine Yamal punya rekor yang sulit dibantah saat berhadapan dengan Kylian Mbappe di laga-laga besar. Dalam lima pertemuan krusial terakhir bersama Barcelona dan Timnas Spanyol, Yamal selalu keluar sebagai pemenang.
Catatan itu membuat duel Perancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026 terasa lebih dari sekadar perebutan tiket ke final. Pertandingan tersebut kembali menempatkan dua nama paling disorot di sepak bola Eropa dalam satu panggung yang sama.
Yamal unggul pada hasil, Mbappe unggul pada jumlah gol
Di turnamen ini, Mbappe memang tampil lebih tajam secara angka. Pemain berdarah Kamerun itu sudah mencetak delapan gol, sedangkan Lamine Yamal baru mengemas satu gol.
Namun, jika yang dilihat adalah hasil akhir dalam duel langsung yang menentukan, Yamal justru memiliki catatan yang lebih meyakinkan. Lima laga penting terakhir menunjukkan pola yang konsisten, yaitu Yamal dan timnya berada di sisi yang menang.
| Pertemuan | Hasil | Catatan Lamine Yamal | Catatan Mbappe |
|---|---|---|---|
| Semifinal Euro 2024 | Spanyol 2-1 Perancis | Mencetak gol cantik | Perancis kalah setelah sempat unggul lewat Randal Kolo Muani |
| Final Supercopa 2025 | Barcelona 5-2 Real Madrid | Mencetak 1 gol pada menit ke-22 | Tampil dalam laga yang dimenangkan Barcelona |
| Final Copa del Rey 2025 | Barcelona 3-2 Real Madrid | Mencatat 2 assist | Mencetak gol untuk Real Madrid |
| Semifinal Nations League 2025 | Spanyol 5-4 Perancis | Mencetak 2 gol, termasuk 1 penalti | Mencetak 1 gol lewat penalti |
| Final Supercopa 2026 | Barcelona 3-2 Real Madrid | Berperan penting meski tanpa gol | Berperan penting meski tanpa gol |
Rangkaian kemenangan yang terus berulang
Pertemuan pertama keduanya dalam laga sistem gugur terjadi pada semifinal Euro 2024. Saat itu, Perancis sempat memimpin lewat Randal Kolo Muani sebelum gol Lamine Yamal dan Dani Olmo membalikkan keadaan untuk Spanyol.
Kemenangan itu mengantar Spanyol ke final dan kemudian menaklukkan Inggris untuk meraih gelar juara Eropa keempat. Dari sana, kepercayaan diri Yamal di laga besar tampak berlanjut, baik di level tim nasional maupun klub.
Di Jeddah, Barcelona kembali menang telak 5-2 atas Real Madrid pada final Supercopa 2025. Yamal ikut mencetak satu gol pada menit ke-22, sementara Mbappe berada di kubu yang harus menerima kekalahan.
Situasi serupa terjadi di final Copa del Rey 2025. Mbappe sempat mencetak gol untuk Real Madrid, tetapi Barcelona tetap menang 3-2 berkat kontribusi dua assist dari Yamal.
Mbappe belum mematahkan tren
Tekanan besar berikutnya muncul pada semifinal UEFA Nations League 2025. Spanyol menang 5-4 atas Perancis, Yamal mencetak dua gol termasuk satu penalti, dan Mbappe juga hanya bisa mencetak gol dari titik yang sama.
Rekor itu kembali bertambah pada final Supercopa 2026. Barcelona menang 3-2 atas Real Madrid, dan meski tidak ada gol dari keduanya, hasil pertandingan tetap memperpanjang keunggulan Yamal dalam duel penting melawan Mbappe.
Itulah sebabnya pertemuan Perancis vs Spanyol kali ini tidak hanya menarik karena status pertandingannya. Di satu sisi ada Mbappe yang lebih produktif di Piala Dunia 2026, tetapi di sisi lain Yamal membawa modal hasil yang jauh lebih kuat dalam laga-laga penentu.
Dengan latar seperti itu, duel berikutnya berpotensi memberi jawaban baru atas rivalitas keduanya. Pertanyaannya tinggal siapa yang kembali mampu menang saat tekanan berada di level tertinggi.
Source: bola.kompas.com






